Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 25 Okt 2025 15:01 WIB

“Ngabumi Bukan Sekadar Touring, tapi Gerakan Moral dan Sosial”: Touring Sukabumi Ngabumi Session 4 Ramaikan HJKS ke-155


					Bupati Sukabumi Asep Japar didampingi unsur Forkopimda dan Kepala Dispar Ali Iskandar, bersiap memimpin rombongan Touring Sukabumi Ngabumi Session 4 dari titik start di Benglat, Cikembar, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan dalam rangka HJKS ke-155 ini mengusung tema Perbesar

Bupati Sukabumi Asep Japar didampingi unsur Forkopimda dan Kepala Dispar Ali Iskandar, bersiap memimpin rombongan Touring Sukabumi Ngabumi Session 4 dari titik start di Benglat, Cikembar, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan dalam rangka HJKS ke-155 ini mengusung tema "Kanyaah ka Rahayat, Mubela ka Lemah Cai Sukabumi."

JENTERANEWS.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-155, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali sukses menggelar kegiatan tahunan yang dinanti, Touring Sukabumi Ngabumi Session 4. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25–26 Oktober 2025), ini tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga menjelma menjadi gerakan moral dan sosial yang mengakar pada filosofi lokal.

Kegiatan ini secara langsung diikuti oleh Bupati Sukabumi Asep Japar, unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta melibatkan antusiasme komunitas motor dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan komitmen kolektif dalam merayakan dan memajukan daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa Touring Ngabumi memiliki makna yang jauh melampaui sekadar perjalanan motor. “Ngabumi bukan sekadar touring, tapi gerakan untuk alam dan kehidupan,” tegas Ali Iskandar, Sabtu (25/10/2025).

Menurutnya, kegiatan ini berakar dari filosofi masyarakat Sukabumi mengenai kasih sayang kepada sesama dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Mengusung tema “Kanyaah ka Rahayat, Mubela ka Lemah Cai Sukabumi” atau “Menyayangi rakyat dan membela tanah Sukabumi,” touring ini menjadi simbol kuat kecintaan terhadap tanah kelahiran, sekaligus representasi sinergi antara pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.

Touring ini bukan hanya menggerakkan roda kendaraan, tetapi juga menggerakkan hati agar lebih mencintai alam dan Sukabumi,” tambah Ali. Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal dan menghargai potensi wisata Kabupaten Sukabumi, dari pesona pegunungan hingga keelokan pantai selatan.

Touring Sukabumi Ngabumi Session 4 menempuh total jarak tempuh yang mengesankan, yaitu sekitar 96,5 kilometer. Rombongan memulai perjalanan tepat pukul 07.30 WIB dari halaman parkir Benglat, Jalan Pangleseran–Cibatu No. 20, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cikembar.

Berikut rute dan titik krusial perjalanan:

  1. Etape I: Peserta menempuh rute Pangleseran–Cibatu–Bojonglopang sejauh 23,4 kilometer. Pemberhentian pertama adalah di Alun-alun Jampangtengah, di mana digelar kegiatan bakti sosial bersama warga setempat.
  2. Etape II: Perjalanan dilanjutkan menuju Lengkong–Cijaksa Mataram sejauh 20,6 kilometer. Pit Stop kedua berlokasi di Masjid Birrul Walidain untuk istirahat.
  3. Etape III: Rombongan melanjutkan perjalanan sejauh 27,9 kilometer menuju Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon. Di lokasi ini, kembali dilaksanakan aksi sosial sebagai manifestasi kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
  4. Etape Terakhir: Rute Lodaya–Curug Luhur–Jaringao–Cibuaya menjadi penutup, hingga akhirnya peserta mencapai garis finish di ikonik Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.

Selain aspek promosi wisata, Dispar Sukabumi menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa solidaritas, kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keindahan alam Sukabumi. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan kaos touring resmi sebagai dress code untuk memperkuat rasa kesatuan dan kebanggaan terhadap daerah.

Melalui suksesnya gelaran Touring Sukabumi Ngabumi Session 4 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap dapat mendorong geliat pariwisata sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, sejalan dengan semangat HJKS ke-155 yang mengusung nilai gotong royong, inovasi, dan cinta daerah.(*)


Reporter: Awang

Redaktur: Mia

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi