JENTERANEWS.com — Seorang kakek berusia 76 tahun ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Ciminyak, Kampung Ciranca, RT 08/RW 02, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (8/11/2026). Korban diduga tersengat aliran listrik saat berupaya memperbaiki mesin pompa air seorang diri di tengah krisis air bersih.
Berdasarkan keterangan dari kepolisian setempat, korban diketahui bernama Emis (76), warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata sekaligus tetangga korban bernama Yuyus, sekitar pukul 12.30 WIB.
Banit Reskrim Polsek Sagaranten, Polres Sukabumi, Gilang Pajar Sidik, S.H., M.H., C.PHR., menjelaskan bahwa penemuan bermula ketika saksi mendatangi area sungai dengan maksud untuk memperbaiki pompa air.
“Saksi melihat korban sudah dalam keadaan telungkup dan terlilit kabel di lokasi kejadian,” ujar Gilang. Melihat kondisi tersebut, Yuyus lantas bergegas memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan.
Diduga Akibat Mandiri Memperbaiki Pompa Tanpa Keahlian Khusus
Berdasarkan investigasi dan keterangan keluarga, insiden ini bermula dari kendala kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Di tengah musim kemusim dan sulitnya pasokan air, sumur warga mengalami kekeringan sehingga warga terpaksa menyedot air langsung dari sungai.
Karena aliran air ke rumah sempat tidak mengalir, korban inisial E berinisiatif memeriksa dan memperbaiki instalasi air tersebut.
Diduga korban berupaya memperbaiki mesin pompa air seorang diri tanpa keahlian teknis yang memadai. Di lokasi kejadian, petugas mendapati instalasi kelistrikan pompa air menggunakan kabel tunggal, di mana bagian arde atau massa ditancapkan langsung ke tanah.
Petugas medis dari Puskesmas Cidadap, Hendrik, A.Md.Kep., yang melakukan pemeriksaan luar di lokasi kejadian, menyatakan bahwa korban telah dalam kondisi kaku. Selain itu, ditemukan luka kecil di bagian telinga kanan korban yang diduga kuat akibat benturan saat terjatuh.
Pihak kepolisian memastikan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan. Keluarga korban menyatakan menerima musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi pada jenazah.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Kampung Ciranca untuk segera dimakamkan secara layak.(*)
[Hamjah]
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















