Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Mar 2026 15:50 WIB

Puncak Arus Wisata Lebaran 1447 H, Wabup Sukabumi Tekankan Prioritas Keselamatan di Palabuhanratu


					Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas (tengah) sedang memberikan keterangan pers didampingi oleh Kapolres Sukabumi AKBP Samian (kanan) dan seorang pejabat Pemkab Sukabumi lainnya (kiri) dalam kegiatan konferensi pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pengamanan Gadobangkong, Palabuhanratu, Selasa (24/3/2026). Layar di latar belakang menampilkan topik bahasan utama mengenai Perbesar

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas (tengah) sedang memberikan keterangan pers didampingi oleh Kapolres Sukabumi AKBP Samian (kanan) dan seorang pejabat Pemkab Sukabumi lainnya (kiri) dalam kegiatan konferensi pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pengamanan Gadobangkong, Palabuhanratu, Selasa (24/3/2026). Layar di latar belakang menampilkan topik bahasan utama mengenai "Perkiraan Cuaca di Wilayah Pesisir Sukabumi dalam rangka Ops Ketupat Lodaya 2026 Bersama Polres Sukabumi, Pemda dan BMKG".

JENTERANEWS.com — Kawasan wisata pesisir Palabuhanratu mulai dipadati pengunjung seiring datangnya puncak arus wisata libur Lebaran 1447 Hijriah. Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Andreas, menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan selama menikmati momen libur panjang tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan Wabup Andreas dalam Konferensi Pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar secara sinergis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pos Pengamanan Gadobangkong, Selasa (24/3/2026).

“Hari ini merupakan puncak libur Lebaran. Kami mengimbau masyarakat yang berwisata ke Palabuhanratu untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi ingin menciptakan suasana wisata yang damai, sejuk, dan aman bagi seluruh pengunjung,” ujar H. Andreas di hadapan awak media.

Selain mengimbau wisatawan, orang nomor dua di Kabupaten Sukabumi itu juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran petugas gabungan. Ia mengingatkan agar para personel yang bersiaga di lapangan tetap menjaga kondisi fisik di tengah padatnya tugas pengamanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang siaga. Tetap jaga kesehatan agar tugas pengamanan dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Tingginya antusiasme masyarakat berwisata ke wilayah selatan Jawa Barat ini disambut positif oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar. Kendati demikian, ia menyoroti pentingnya kewaspadaan ekstra dari para pengunjung.

“Kami optimistis tata kelola pariwisata Sukabumi terus membaik agar semakin aman dan menyenangkan bagi pengunjung. Namun, masyarakat harus selalu berhati-hati, mengamati kondisi sekitar, serta mematuhi aturan keselamatan di lokasi wisata,” papar Ali.

Dari sisi keselamatan berlalu lintas, Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, memberikan peringatan tegas mengenai kelaikan operasional kendaraan. Menurutnya, kontur jalan menuju kawasan wisata Palabuhanratu yang tergolong ekstrem membutuhkan kesiapan armada yang prima.

“Masyarakat diminta menggunakan kendaraan yang dalam kondisi prima. Jangan memodifikasi kendaraan barang menjadi angkutan manusia karena sangat berisiko dan dapat menyebabkan fatalitas apabila terjadi kecelakaan,” tegas AKBP Samian.

Potensi risiko tidak hanya diintai dari jalur darat, melainkan juga dari kondisi perairan. Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, memaparkan bahwa meski curah hujan di pesisir Sukabumi relatif lebih rendah dibandingkan wilayah utara seperti Bogor, gelombang laut Palabuhanratu menuntut atensi serius dari wisatawan.

“Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Ini masuk kategori sedang dan tidak boleh diabaikan. Puncak pasang terjadi sejak pukul 11.00 WIB dan diprediksi mulai surut sekitar pukul 16.00 WIB,” pungkas Agung memberikan peringatan dini.

Sinergi lintas sektoral dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan, baik di jalur lalu lintas maupun di area objek wisata, sehingga masyarakat dapat kembali ke daerah asalnya dengan aman.(*)


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi