JENTERANEWS.com – Ratusan warga Sukabumi menjadi korban penipuan dan penggelapan dana tabungan hari raya (tahara) yang dikelola oleh seorang perempuan berinisial DSR (38). Para korban yang merasa dirugikan hingga total Rp1 miliar, kembali mendatangi Mapolres Sukabumi Kota pada Senin, 7 April 2025, untuk memberikan bukti tambahan kepada pihak kepolisian.
Rismawati (31), salah satu korban yang juga bertindak sebagai agen perekrutan anggota tahara, mengungkapkan bahwa lebih dari 300 orang menjadi korban dalam kasus ini. Ia dan korban lainnya masih terus mencari keberadaan DSR yang menghilang setelah membawa kabur uang tabungan.
“Kami dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan tambahan. Namun, keberadaan pelaku masih simpang siur, ada informasi di Bandung, ada juga yang menyebut di Batam,” ujar Rismawati. Ia berharap Polres Sukabumi Kota dapat segera menangkap pelaku dan menuntaskan kasus ini.
Rismawati menceritakan bahwa awalnya tidak ada gelagat mencurigakan dari DSR. Pada Lebaran tahun sebelumnya, DSR membagikan tabungan dan parsel sembako kepada para anggota dengan lancar. Namun, menjelang Idulfitri tahun ini, DSR menghilang tanpa jejak.
“Kami sudah ikut program tabungan ini selama empat tahun, dan sebelumnya selalu lancar. Itu sebabnya kami percaya dan mengajak teman-teman untuk ikut menabung dalam jumlah yang lebih besar,” jelas Rismawati.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan DSR terjadi beberapa hari sebelum Lebaran, saat menanyakan jadwal pembagian tabungan. Setelah itu, rumah DSR ditemukan kosong saat didatangi.
Program tahara ini telah berjalan selama lima tahun, dengan sistem setoran bulanan dan pembagian hasil dalam bentuk uang tunai serta parsel sembako. Setiap anggota menyetor dengan nominal yang bervariasi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Namun, mereka berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku.(*)
Laporan: Denny Nurman















