Menu

Mode Gelap

Hukum · 3 Mar 2025 12:42 WIB

Remaja Sukabumi Terluka Parah Akibat ‘Perang Sarung’ yang Berujung Pembacokan


					FP (17), korban 'perang sarung' di Sukabumi, mengalami luka bacok serius di pinggang kiri akibat serangan golok. Ia kini menjalani perawatan medis. Perbesar

FP (17), korban 'perang sarung' di Sukabumi, mengalami luka bacok serius di pinggang kiri akibat serangan golok. Ia kini menjalani perawatan medis.

JENTERANEWS.com – Aksi “perang sarung” yang marak terjadi di kalangan remaja kembali memakan korban. Seorang remaja berinisial FP (17) mengalami luka bacok serius di bagian pinggang kiri setelah terlibat dalam aksi tersebut di Kampung Cilitung, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (2/3/2025) malam.

Menurut keterangan Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, insiden ini terjadi sekitar pukul 21.16 WIB. “Terjadi pengeroyokan atau penganiayaan oleh sekitar 15 orang saat ‘perang sarung’,” ungkap Ade, Senin (3/3/2025) pagi.

Kejadian bermula ketika FP menerima tantangan “perang sarung” dari seorang remaja berinisial R. Mereka kemudian sepakat untuk bertemu dan melakukan aksi tersebut. Namun, situasi berubah menjadi mencekam ketika FP dan enam rekannya menyadari bahwa mereka kalah jumlah. Kelompok R datang dengan sekitar 15 orang, dan salah satu dari mereka bahkan membawa senjata tajam berupa golok.

“Korban dan teman-temannya kalah jumlah dengan pihak pelaku. Salah satu pelaku membawa golok dan menebaskannya ke arah korban, mengenai pinggang FP, menyebabkan luka sobek yang harus dijahit,” jelas Ade.

Akibat kejadian ini, FP mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis. Ia juga telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Saat ini, Polres Sukabumi Kota sedang melakukan penyelidikan intensif untuk menangkap para pelaku.

“Korban sudah membuat laporan ke polisi, dan sekarang kasus ini sedang dalam proses penyelidikan,” tutup Ade.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi “perang sarung” yang berujung kekerasan di kalangan remaja. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan mencegah terlibat dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. (*)

Laporan: Awang

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Sukabumi Buka Jambore Kader IMP: Sebut Kader Sebagai Garda Terdepan Kesuksesan Program Bangga Kencana

18 April 2026 - 21:14 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (paling kiri, berkacamata hitam), berdiri tegak bersama ratusan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) se-Kabupaten Sukabumi di baris terdepan pada upacara pembukaan Jambore Kader IMP di Area Rekreasi Salabintana, Sabtu (18/4/2026).

Digugat Praperadilan, Polres Sukabumi Tegaskan Penetapan Tersangka Kasus Kematian Nizam Berbasis Scientific Crime Investigation

18 April 2026 - 09:44 WIB

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (perwira dalam foto berkerah Kombes dengan papan nama), saat memberikan penegasan mengenai proses hukum kasus kematian anak tirinya, Nizam, yang didasarkan pada scientific crime investigation.

Dugaan Penipuan Berkedok “Jumat Berkah” di Sukabumi, Pedagang dan Warga Terkecoh Jutaan Rupiah

18 April 2026 - 08:41 WIB

Ilustrasi

Petaka Tanah Bodong di Sukabumi: Rp2 Miliar Lenyap, Lahan Disulap Jadi Bangunan SPPG

18 April 2026 - 07:54 WIB

Praktis dan Tahan Lama! Ini Resep Kering Kentang Tempe Pedas yang Bikin Nasi Cepat Habis

18 April 2026 - 07:22 WIB

Kawal Iklim Investasi dan Nasib Pekerja, DPRD Sukabumi Targetkan Perda Ketenagakerjaan yang Adaptif

17 April 2026 - 18:32 WIB

Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), BNN, serta perwakilan berbagai organisasi pekerja dan pengusaha di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2025). Rapat ini bertujuan untuk menyerap aspirasi lintas sektoral terkait rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2023.
Trending di Sukabumi