Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 27 Mar 2025 16:49 WIB

Sorotan Ketua DPRD: Paripurna LKPJ Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2024 Dibuka dengan Tegas


					Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi saat agenda penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2024 berlangsung, dihadiri oleh unsur pimpinan daerah dan tamu undangan, Kamis (27/3/2025). Perbesar

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi saat agenda penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2024 berlangsung, dihadiri oleh unsur pimpinan daerah dan tamu undangan, Kamis (27/3/2025).

JENTERANEWS.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, memegang kendali penuh jalannya rapat paripurna yang krusial pada Kamis (27/3/2025). Agenda utama hari itu adalah penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2024. Dengan ketukan palu, Budi Azhar membuka sidang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, menandai dimulainya proses evaluasi kinerja kepala daerah oleh lembaga legislatif.

Kehadiran Bupati Sukabumi, H Asep Japar, beserta Wakil Bupati, H Andreas, serta jajaran Forkopimda dan Forkopimcam, menunjukkan betapa pentingnya agenda ini. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Budi Azhar yang dengan lugas menjelaskan landasan hukum dan tahapan selanjutnya dari proses LKPJ ini.

“Agenda ini merupakan tindak lanjut dari surat Bupati dan telah terjadwal dalam kegiatan DPRD,” tegas Budi Azhar saat membuka rapat. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyampaian LKPJ adalah amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2024, yang mewajibkan kepala daerah untuk melaporkan pertanggungjawabannya kepada DPRD paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Ketegasan Budi Azhar tidak hanya berhenti pada pembukaan rapat. Ia juga menggarisbawahi peran aktif DPRD dalam menindaklanjuti laporan tersebut. “DPRD akan melakukan pembahasan LKPJ ini dalam waktu 30 hari ke depan,” ujarnya, menunjukkan keseriusan lembaga yang dipimpinnya dalam mengawal akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Lebih jauh, Budi Azhar menjelaskan tahapan krusial setelah penyampaian LKPJ. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, Bupati akan mengajukan rancangan awal RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kepada DPRD untuk mendapatkan persetujuan. Ini menandakan bahwa DPRD tidak hanya mengevaluasi kinerja tahunan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam merancang arah pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk lima tahun mendatang.

“Setelah penyampaian LKPJ, tahapan selanjutnya adalah kajian dan pembahasan oleh Komisi-Komisi DPRD dengan mitra kerja perangkat daerah, rapat kerja gabungan, dan rapat internal Badan Anggaran DPRD,” sambung Budi, memberikan gambaran jelas mengenai mekanisme pengawasan yang akan dilakukan oleh DPRD.

Penyerahan nota pengantar LKPJ Bupati Sukabumi TA 2024 oleh Bupati kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi pada rapat paripurna, Kamis (27/3/2025).

Penyerahan nota pengantar LKPJ Bupati Sukabumi TA 2024 oleh Bupati kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi pada rapat paripurna, Kamis (27/3/2025).

Penyampaian LKPJ oleh Bupati Asep Japar sendiri memaparkan capaian kinerja utama seperti peningkatan IPM menjadi 70,18 dan LPE sebesar 5,15%. Dari 155 program, 80 indikator melampaui target, sementara 65 lainnya masih memerlukan perbaikan. Bupati juga menyinggung tantangan seperti bencana alam dan kondisi geografis yang menjadi perhatian dalam perbaikan kebijakan ke depan.

Namun, di balik penyampaian detail dari eksekutif, Budi Azhar dan jajaran DPRD memiliki tugas berat untuk mengkaji secara mendalam setiap poin dalam LKPJ. Sorotan tajam dari para wakil rakyat ini akan menentukan apakah kinerja pemerintah daerah selama tahun 2024 telah sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Dengan dibukanya rapat paripurna ini oleh Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, babak baru dalam pengawasan dan perencanaan pembangunan Kabupaten Sukabumi telah dimulai. Masyarakat menanti hasil kajian dan rekomendasi dari DPRD, yang diharapkan dapat membawa Kabupaten Sukabumi menuju kemajuan yang lebih baik di masa depan.(*)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gagal Menyalip di Tikungan Kiaradua, Seorang Mahasiswa Tewas Menabrak Pikap L300

11 Juli 2026 - 13:21 WIB

Suasana penanganan pascakecelakaan lalu lintas maut di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026).

Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi

11 Juli 2026 - 11:02 WIB

Petugas polisi dibantu seorang warga melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (10/7/2026), di mana seorang pengendara motor tewas usai menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir di bahu jalan.

Persiapkan Jambore Nasional, Wakil Bupati Sukabumi Tekankan Pentingnya Kedisiplinan dan Ketangkasan Pramuka

11 Juli 2026 - 10:39 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan anggota Pramuka Kwarcab Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan Training Center II persiapan Jambore Nasional di Pondok Modern Assalam Putri, Warungkiara, Jumat (10/7/2026).

Upayakan Pemulangan PMI Sakit di Arab Saudi, Disnaker Kota Sukabumi Telusuri Indikasi Keberangkatan Non-Prosedural

11 Juli 2026 - 09:42 WIB

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, saat memberikan keterangan usai menyambangi kediaman keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Mentari di Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi terkait upaya pemulangan Evi yang kini tengah sakit dan menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

Pilu Pekerja Migran Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Suami Mohon Bantuan Pemerintah

11 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), saat terbaring koma di salah satu rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Evi didiagnosis mengidap tumor otak dan kini pihak keluarga tengah mengupayakan proses pemulangannya ke Tanah Air. (Foto: Istimewa)

Imbas Kasus Hukum, Ratusan Eks Karyawan Tambang di Sukabumi Tuntut Gaji yang Belum Dibayar

11 Juli 2026 - 08:38 WIB

Trending di Sukabumi