Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Des 2025 10:48 WIB

Sungai Cimandiri Meluap, Jembatan Gantung Penghubung Tiga Kecamatan di Sukabumi Putus Total


					Sejumlah petugas gabungan dan warga meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (29/12/2025). Kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan luapan Sungai Cimerang pada Minggu malam (28/12/2025) ini mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah, fasilitas umum berupa jembatan gantung, dan lahan pertanian. Perbesar

Sejumlah petugas gabungan dan warga meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (29/12/2025). Kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan luapan Sungai Cimerang pada Minggu malam (28/12/2025) ini mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah, fasilitas umum berupa jembatan gantung, dan lahan pertanian.

JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menimbulkan dampak kerusakan infrastruktur yang signifikan. Sebuah jembatan gantung vital yang membentang di atas Sungai Cimandiri dilaporkan putus total akibat diterjang luapan air sungai pada Minggu malam (28/12/2025).

Insiden tersebut terjadi di Dusun Leuwi Dinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 22.20 WIB.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan pada Senin (29/12/2025), jembatan sepanjang 48 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi dapat dilalui.

“Cuaca ekstrem menyebabkan debit air Sungai Cimandiri meningkat drastis dan meluap, sehingga menghantam struktur jembatan gantung hingga terputus,” ujar Dadi dalam keterangannya, Senin (29/12).

Putusnya jembatan ini berdampak besar bagi mobilitas warga. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung strategis antara tiga wilayah, yakni Dusun Leuwi Dinding (Desa Tanjungsari, Kec. Jampangtengah), Desa Parakan Lima (Kec. Cikembar), dan Desa Sirnaresmi (Kec. Gunungguruh).

Akibat kejadian ini, aktivitas warga yang biasa melintasi jalur tersebut menjadi terhambat. Warga kini harus menempuh jalur alternatif yang jauh lebih memutar.

“Saat ini warga yang memiliki kepentingan untuk keluar dari Dusun Leuwi Dinding harus memutar arah melalui Kampung Cijambe dan area pabrik SCG dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer,” tambah Dadi.

Meski kerusakan infrastruktur tergolong parah, P2BK Jampangtengah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Saat jembatan runtuh, kondisi lokasi sedang sepi dan tidak ada warga yang melintas.

Pihak P2BK bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemdes Padabeunghar, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pengamanan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek. Kami juga memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem,” jelasnya.

Dalam laporan akhirnya, P2BK Jampangtengah menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan kembali jembatan tersebut. Percepatan perbaikan sangat diharapkan guna memulihkan roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat di ketiga kecamatan yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan, namun sisa material kerusakan jembatan masih terlihat di lokasi.(*)


Laporan: Aris Jampang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Ditinggal Suami ke Sawah, Rumah Lansia di Sagaranten Ludes Terbakar, Uang Tunai hingga 1 Ton Padi Hangus

9 Mei 2026 - 18:37 WIB

Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sagaranten tampak dari belakang tengah menyemprotkan air ke puing-puing bangunan rumah panggung yang ludes terbakar di Desa Margaluyu, Sagaranten, Sukabumi. Asap tebal masih membumbung dari sisa-sisa kayu yang hangus di antara tumpukan puing, termasuk harta benda milik korban yang ikut hangus dilalap api.

Fakta Baru Tragedi Karyawan Minimarket di Kalibunder: Beban Biaya Pernikahan Diduga Jadi Pemicu

9 Mei 2026 - 09:51 WIB

Petugas gabungan dari Polsek, P2BK Kabupaten Sukabumi, dan tim medis melakukan pemeriksaan di pintu masuk Toko Alfamart Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi. Suasana di lokasi saat tubuh seorang pria, yang diidentifikasi sebagai karyawan minimarket tersebut, ditemukan tewas tergeletak. Tampak petugas sedang melakukan proses evakuasi jenazah.

Pemkab Sukabumi dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi, Targetkan Optimalisasi Cakupan Kesehatan Semesta 2026

8 Mei 2026 - 16:22 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memberikan arahan dalam rapat strategi penguatan dan reaktivasi kepesertaan UHC di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat (8/5/2026).

Bongkar Struk Viral: Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu, Mengapa Pertamax Bisa Lebih Murah?

8 Mei 2026 - 09:42 WIB

Bukti transaksi pembelian Pertalite yang viral di media sosial mengungkap nilai keekonomian asli BBM bersubsidi tersebut, yakni Rp 16.088 per liter. Pakar menyebut anomali harga ini berkaitan dengan strategi bisnis agar masyarakat beralih ke Pertamax.

Mayoritas Perusahaan Menara Telekomunikasi Mangkir dari Undangan DPRD Sukabumi, Izin dan Potensi PAD Jadi Sorotan

8 Mei 2026 - 09:15 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita. Pihaknya menyoroti tajam ketidakhadiran mayoritas perusahaan penyedia menara telekomunikasi dalam rapat koordinasi terkait legalitas perizinan dan optimalisasi PAD di Kabupaten Sukabumi.

Dukung Penuh Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Harapkan Generasi Muda Sukabumi Berakhlakul Karimah

8 Mei 2026 - 09:07 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP. (tengah kiri, berkemeja putih dengan tangan terkatup), saat menyampaikan pernyataan resmi mendukung penyelenggaraan Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia.
Trending di Sukabumi