Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Mar 2026 11:37 WIB

Tak Rela Warga Lebaran di Tenda, Pemkab Sukabumi Salurkan Dana Hunian Sementara Rp3 Juta per KK


					Bupati Sukabumi, Asep Japar (bertopi merah), didampingi petugas BPBD, berinteraksi langsung dan mendengarkan keluhan warga terdampak pergerakan tanah di lokasi pengungsian di Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan dana sewa hunian sementara sebesar Rp3 juta per KK serta buka puasa bersama, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah agar warga tidak lagi tinggal di tenda menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perbesar

Bupati Sukabumi, Asep Japar (bertopi merah), didampingi petugas BPBD, berinteraksi langsung dan mendengarkan keluhan warga terdampak pergerakan tanah di lokasi pengungsian di Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan dana sewa hunian sementara sebesar Rp3 juta per KK serta buka puasa bersama, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah agar warga tidak lagi tinggal di tenda menjelang Hari Raya Idul Fitri.

JENTERANEWS.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi mengambil langkah cepat untuk memastikan warganya tidak merayakan hari kemenangan di tenda pengungsian. Pemkab secara resmi menyerahkan bantuan dana sewa hunian sementara kepada warga terdampak bencana pergerakan tanah di wilayah Bantargadung.

Setiap Kepala Keluarga (KK) menerima kucuran dana sebesar Rp3 juta yang diperuntukkan sebagai biaya sewa tempat tinggal selama enam bulan ke depan. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di lokasi pengungsian, Rabu (11/3/2026).

“Alhamdulillah, tadi saya bersama jajaran pemerintah daerah termasuk Forkopimda, BPBD, camat, dan kepala desa bisa berbuka bersama warga yang terdampak pergeseran tanah di pengungsian,” ujar Asep Japar di sela-sela kunjungannya.

Bupati menegaskan, percepatan bantuan ini adalah wujud kehadiran pemerintah agar warga dapat segera pindah ke hunian yang lebih layak dan nyaman sebelum Lebaran tiba.

“Saya menyampaikan kepada warga sekaligus memberikan uang kontrakan sejumlah Rp3 juta per kepala keluarga untuk enam bulan. Saya tidak rela melihat warga masih mengungsi, apalagi sebentar lagi Lebaran,” ungkapnya.

Untuk menjamin ketepatan sasaran dan menghindari pungutan liar, pemerintah daerah menyalurkan dana tersebut langsung melalui sistem transfer.

“Uangnya langsung masuk ke rekening masing-masing melalui Bank Jabar. Jangan sampai ada calo. Bila perlu, pihak bank juga kita hadirkan ke kecamatan,” tegas Asep, merespons kondisi sebagian warga yang masih bertahan di tenda karena sedang dalam proses mencari rumah sewa.

Sembari menunggu masa sewa enam bulan berjalan, Pemkab Sukabumi tengah mematangkan rencana relokasi permanen. Asep membeberkan bahwa opsi lahan pengganti sudah tersedia dan lokasinya dipastikan tidak jauh dari permukiman asal. Namun, proses ini masih menanti hasil kajian teknis.

“Sebenarnya bayang-bayang lahannya sudah ada, tapi kami akan mengajukan dulu ke Pemprov Jabar. Nanti dicek dulu apakah tanahnya bermasalah atau tidak. Harus dikaji saksama, jangan sampai ke depan ternyata rawan pergeseran lagi,” jelasnya.

Seiring dengan penyaluran bantuan dan penanganan yang kian kondusif, pemerintah daerah menyatakan bahwa status penanganan darurat bencana mulai ditutup dan kini resmi memasuki tahap transisi pemulihan.

Berdasarkan data pemutakhiran terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bencana pergerakan tanah ini telah berdampak masif pada 135 KK atau 477 jiwa yang tersebar di dua desa.

Khusus di Desa Bantargadung, tercatat 111 KK (364 jiwa) terdampak dengan rincian persebaran sebagai berikut: 76 KK (251 jiwa), menghuni lokasi pengungsian terpusat, 33 KK (107 jiwa), mengungsi ke rumah kerabat, 2 KK (6 jiwa)  telah mulai mengontrak rumah secara mandiri.

Tingkat kerusakan infrastruktur hunian di kawasan tersebut dilaporkan cukup parah. Sebanyak 61 rumah mengalami rusak berat, 18 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Di luar angka tersebut, 8 unit rumah lainnya kini berstatus terancam apabila terjadi pergerakan tanah susulan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca