Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Mar 2026 16:53 WIB

Tancap Gas Pasca-Bencana 2025: DPU Kabupaten Sukabumi Prioritaskan Infrastruktur Tahan Bencana untuk 2026


					Kondisi infrastruktur vital penghubung wilayah yang amblas tergerus aliran sungai pasca-cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sukabumi. Menghadapi tingkat kerusakan fisik yang parah di lapangan, DPU Kabupaten Sukabumi kini mempercepat sinkronisasi data guna memastikan perbaikan di tahun 2026 tidak sekadar tambal sulam, melainkan adaptif terhadap risiko bencana berulang. Perbesar

Kondisi infrastruktur vital penghubung wilayah yang amblas tergerus aliran sungai pasca-cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sukabumi. Menghadapi tingkat kerusakan fisik yang parah di lapangan, DPU Kabupaten Sukabumi kini mempercepat sinkronisasi data guna memastikan perbaikan di tahun 2026 tidak sekadar tambal sulam, melainkan adaptif terhadap risiko bencana berulang.

JENTERANEWS.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi resmi mempercepat langkah dalam menyusun rancangan program prioritas infrastruktur untuk tahun anggaran 2026. Berbeda dengan pendekatan konvensional pada tahun-tahun sebelumnya, perencanaan kali ini menitikberatkan pada metode yang lebih terukur dan berbasis kondisi empiris pasca-bencana di lapangan.

Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan program kerja sepanjang tahun 2025. Atensi utama pemerintah daerah kini tertuju pada pemulihan dan penanganan infrastruktur publik yang mengalami kerusakan masif akibat rentetan bencana alam.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengonfirmasi bahwa jajaran teknisnya saat ini tengah melakukan sinkronisasi data secara intensif. Fokus utamanya adalah menyelaraskan Rencana Kerja (Renja) fisik dengan fakta kerusakan nyata di wilayah-wilayah yang sempat diluluhlantakkan oleh banjir dan tanah longsor tahun lalu.

”Kami sedang memetakan kerusakan berdasarkan tingkat risiko dan urgensi layanan publik. Pola perencanaan tahun 2026 memang lebih difokuskan pada sinkronisasi kondisi lapangan pasca-bencana 2025,” ungkap Uus, Senin (3/3/2026).

Menghadapi keterbatasan alokasi anggaran, DPU Kabupaten Sukabumi dituntut untuk menetapkan skala prioritas dengan tingkat akurasi yang tinggi. Berdasarkan data asesmen sementara, fokus utama perbaikan akan diarahkan pada ruas-ruas jalan strategis yang menjadi urat nadi penghubung antarwilayah. Selain itu, revitalisasi sistem drainase juga menjadi prioritas krusial untuk memitigasi genangan dan limpasan air saat cuaca ekstrem melanda.

Uus memaparkan, penentuan titik penanganan infrastruktur tidak sekadar berpatokan pada parahnya kerusakan fisik. DPU menetapkan empat indikator utama dalam menyaring proyek prioritas, antara lain:

  • Analisis Tingkat Kerusakan: Mengukur persentase dan keparahan kondisi fisik infrastruktur di lokasi secara detail.

  • Dampak Sosial: Menghitung jumlah populasi warga yang aktivitas hariannya terganggu secara langsung oleh kerusakan tersebut.

  • Fungsi Strategis: Menilai vitalitas infrastruktur terhadap pergerakan mobilitas dan roda ekonomi antarwilayah.

  • Mitigasi Risiko Berulang: Merancang rekayasa teknis dan antisipasi agar kerusakan serupa tidak terulang di titik rawan yang sama.

Lebih jauh, Uus menggarisbawahi bahwa cetak biru program infrastruktur 2026 dirancang bukan sebagai solusi reaktif atau perbaikan sementara yang bersifat “tambal sulam”. DPU Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan penguatan struktur bangunan agar lebih adaptif terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

”Target kami adalah membangun ketahanan wilayah. Infrastruktur yang diperbaiki harus lebih tangguh menghadapi dinamika cuaca ekstrem di masa mendatang,” tegas Uus.

Melalui paradigma perencanaan berbasis evaluasi dan mitigasi yang ketat ini, DPU optimistis pemulihan konektivitas wilayah di Kabupaten Sukabumi akan berjalan secara terukur dan bertahap. Hal ini sekaligus menjadi garansi bahwa setiap rupiah dari serapan anggaran daerah akan memberikan dampak berkelanjutan dan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas.


Laporan : Awang

Editor : Hamjah

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Warga Sukabumi Digegerkan Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Aliran Anak Sungai Cipelang

16 Juli 2026 - 19:56 WIB

Petugas kepolisian saat melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascapenemuan jasad bayi laki-laki di aliran anak Sungai Cipelang, Jalan Benteng Kidul, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (16/7/2026).

Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Lahan, Kebun Bambu di Nyalindung Sukabumi Hangus Terbakar

16 Juli 2026 - 14:46 WIB

Petugas gabungan, termasuk personel Pemadam Kebakaran Sukaraja dan P2BK Nyalindung, berupaya memadamkan sisa-sisa api yang melahap lahan kebun bambu di area PT Bintonik, Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga ini berhasil dikendalikan setelah pengerahan satu unit armada pemadam.

Siasat Keji Delon Kelabui Publik: Bunuh Eka Yani, Curi Hartanya, Lalu Viralkan Video Penemuan Kerangka Korban di Sukabumi

16 Juli 2026 - 12:22 WIB

profil Facebook 'Delon Jampank' milik tersangka H alias Delon (atas), dan cuplikan video penemuan kerangka Eka Yani (33) yang sengaja diunggah ulang ke akun tersebut demi mengelabui publik di Sagaranten, Sukabumi.

Terjerat Sindikat Judi Online, 30 ASN UPTD Sukabumi Terancam Sanksi Tegas di Tengah Sorotan Publik

16 Juli 2026 - 11:21 WIB

Akhir Pelarian Delon: Pembunuh Sadis yang Lucuti Harta dan Buang Korbannya Begitu Saja di Kebun Jati Sagaranten

16 Juli 2026 - 00:03 WIB

TERTANGKAP: Pria berinisial H alias Delon (42), yang diduga kuat sebagai eksekutor utama di balik pembunuhan berencana terhadap E M (33) di Sagaranten, Sukabumi, terlihat diamankan di kantor polisi. Tangannya terikat dengan borgol plastik kuning dalam foto yang dirilis segera setelah penangkapannya pada Rabu (15/7/2026). Wajah tersangka disensor untuk kepentingan penyidikan.

Misteri Kerangka Manusia di Sagaranten Terungkap: Korban Teridentifikasi, Terduga Pelaku Ditangkap Tanpa Perlawanan

15 Juli 2026 - 23:48 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Identitas Kerangka 'Mr. X' di Sukabumi, Terduga Pelaku Langsung Diringkus
Trending di Sukabumi