JENTERANEWS.com – Keheningan malam di Kampung Longkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh jeritan kepanikan. Minggu dini hari (1/2/2026), sebuah insiden berdarah menimpa empat orang pemuda yang tengah melintas di kawasan tersebut. Tanpa peringatan, mereka menjadi sasaran amuk sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang menggunakan senjata tajam.
Peristiwa nahas ini bermula ketika keempat korban, yang diketahui merupakan warga Kecamatan Ciambar, Parungkuda, dan Nagrak, sedang dalam perjalanan pulang usai menghabiskan waktu malam minggu. Di tengah perjalanan, mereka bermaksud berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar. Namun, langkah mereka terhenti di ruas jalan yang gelap dan minim penerangan.
Secara tiba-tiba, segerombolan orang muncul dari arah yang tidak terduga dan langsung menghadang laju kendaraan korban. Situasi berubah kacau dalam hitungan detik.
Tanpa basa-basi, para pelaku melancarkan serangan membabi buta. Menggunakan senjata tajam, pelaku mengayunkan senjata ke arah korban yang saat itu tidak memiliki persiapan untuk membela diri.
AL (18), salah satu korban yang menderita luka sobek di bagian lengan kanan, menuturkan betapa cepatnya insiden itu berlangsung. Ia menggambarkan serangan tersebut terjadi dalam situasi yang sangat mencekam dan membingungkan.
“Semuanya terjadi sangat cepat. Kami langsung diserang tanpa ada peringatan atau percakapan sebelumnya. Kami hanya bisa melindungi diri seadanya,” ungkap AL dengan nada masih syok.
Kondisi jalan yang gelap gulita menambah kepanikan. Para korban kesulitan mengidentifikasi wajah para pelaku maupun memastikan jumlah mereka secara pasti. Namun, IS (18), korban lainnya, memastikan bahwa pelaku berjumlah banyak.
“Mereka datang beramai-ramai. Dalam hitungan detik sudah terjadi penyerangan. Kami tidak sempat mengenali siapa mereka karena gelap dan panik,” ujar IS.
Di tengah luka dan rasa sakit, keempat pemuda tersebut berhasil meloloskan diri dari kepungan pelaku untuk mencari pertolongan. Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan melarikan para korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik penyerangan brutal ini masih menjadi misteri. Belum diketahui apakah ini merupakan aksi pembegalan, tawuran antar-kelompok, atau murni aksi teror jalanan.
Pihak kepolisian setempat kini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan. Aparat sedang mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta memburu identitas para pelaku yang meresahkan warga Sukabumi tersebut. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur-jalur rawan pada jam-jam rawan kejahatan.(*)















