Menu

Mode Gelap

Laporan: Ijus Agus Suhandi · 31 Jan 2026 13:16 WIB

Drama Begal di Cisaat Ternyata Rekayasa: Sopir Sayur Ikat Diri Sendiri Demi Hindari Utang


					Pria berinisial N (kiri) saat memberikan keterangan kepada Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto (kanan) di Mapolsek Cisaat, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). N akhirnya mengakui bahwa narasi pembegalan yang menimpa dirinya hanyalah rekayasa demi menghindari kewajiban melunasi utang dan biaya pernikahan. Perbesar

Pria berinisial N (kiri) saat memberikan keterangan kepada Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto (kanan) di Mapolsek Cisaat, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). N akhirnya mengakui bahwa narasi pembegalan yang menimpa dirinya hanyalah rekayasa demi menghindari kewajiban melunasi utang dan biaya pernikahan.

JENTERANEWS.com – Jagat maya sempat dihebohkan dengan beredarnya potongan video yang menampilkan seorang pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kabin mobil pikap. Pria berinisial N (39) tersebut ditemukan warga dengan tangan dan kaki terikat tali tambang di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian, narasi mencekam tentang aksi pembegalan tersebut dipastikan hanya isapan jempol belaka.

Kapolsek Cisaat, AKP Yanto Sudiarto, menegaskan bahwa peristiwa pembegalan tersebut merupakan rekayasa murni yang disusun oleh N. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, polisi menemukan banyak kejanggalan yang akhirnya meruntuhkan skenario sang sopir.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, alhamdulillah kebenarannya sudah terungkap. Kejadian pembegalan itu tidak benar. Yang bersangkutan sengaja melakukan itu untuk kepentingan pribadi,” ujar AKP Yanto pada Jumat malam (30/1/2026).

Pernyataan tersebut diperkuat dengan fakta bahwa barang berharga milik N tetap utuh. Uang jutaan rupiah dan telepon genggam yang sebelumnya diklaim telah dirampas, ternyata masih berada dalam penguasaan N.

Dibalik aksi nekat mengikat diri sendiri selama kurang lebih 2,5 jam—sejak pukul 04.00 WIB hingga ditemukan warga pada 06.30 WIB—N akhirnya mengakui motif aslinya. Warga Desa Muaradua, Kecamatan Kebonpedes ini mengaku sedang mengalami tekanan ekonomi yang hebat.

Ada dua alasan utama yang memicu tindakan tersebut:

  1. Tunggakan Utang: N terlilit hutang yang sudah jatuh tempo.

  2. Biaya Pernikahan: N sedang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat dan membutuhkan dana segar.

N, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pengangkut sayur, mencoba menggelapkan uang setoran milik majikannya sebesar Rp9.350.000 dari total Rp10.350.000. Dengan berpura-pura menjadi korban begal, ia berharap uang tersebut dianggap hilang dirampas penjahat.

Meskipun sempat menimbulkan keresahan di masyarakat dan memobilisasi petugas kepolisian, kasus ini diputuskan untuk tidak berlanjut ke meja hijau. Hal ini dikarenakan bos atau pemilik uang tersebut memilih untuk tidak menempuh jalur hukum.

“Pemilik uang tidak membuat laporan resmi, sehingga kasus ini tidak kami tindaklanjuti ke proses penyidikan lanjutan,” jelas AKP Yanto.

Pihak kepolisian pun menghimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh video viral yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari kegaduhan di ruang publik.(*)


Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Bocah Tewas Tertembak Senapan Angin, Polres Sukabumi Kota Tunggu Langkah Keluarga

9 Februari 2026 - 22:02 WIB

Suasana di ruang tunggu fasilitas kesehatan, tempat di mana pihak kepolisian dan keluarga diduga berkumpul terkait kasus meninggalnya bocah perempuan akibat tertembak senapan angin oleh ayah tirinya. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Betha Medika, Sukabumi, sebelum menghembuskan napas terakhir.

Sidak Komisi I DPRD Sukabumi Bongkar Dugaan HGU Ilegal dan Alih Fungsi Lahan di Cidolog: Negara Berpotensi Rugi

21 Januari 2026 - 17:29 WIB

Suasana rapat koordinasi dalam rangka kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi di Desa Cidolog, Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang turut dihadiri oleh unsur dinas terkait dan pemerintah setempat ini membahas temuan krusial mengenai dugaan pelanggaran izin HGU dan alih fungsi lahan perkebunan di wilayah tersebut.

Kejar Regulasi Responsif, Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi Bedah Dua Raperda Strategis Bersama Dishub

12 Januari 2026 - 16:09 WIB

Suasana rapat kerja Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Perhubungan saat membahas pendalaman materi dua Raperda strategis terkait Perhubungan dan Ketertiban Umum di Gedung DPRD, Senin (12/1/2026).

Sukabumi Siaga Bencana: Ketua DPRD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Penghujan

18 Desember 2024 - 14:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali.

Krisis BBM Landa Wilayah VII Sukabumi, Jalan Sukabumi-Sagaranten Terputus, Distribusi Tersendat Parah

4 Desember 2024 - 22:22 WIB

SPBU Purabaya tidak ada pasokan BBM akibat jalan terputus Rabu (4/12/2024)

Ketua DPRD Sukabumi Himbau Pemerintah Daerah Cepat Tanggap Atas Bencana Banjir dan Longsor

4 Desember 2024 - 11:37 WIB

Trending di Laporan: Ijus Agus Suhandi