Menu

Mode Gelap

Kriminal · 31 Jan 2026 12:37 WIB

Nasib Pilu Pengelola SPPG Sukabumi: Mobil Dipepet, Uang Gaji Relawan Rp191 Juta Melayang


					Anggota Polsek Sukaraja saat memeriksa kondisi ban mobil Honda Mobilio bernopol B 2211 UFG yang menjadi sasaran aksi pencurian modus gembos ban di Sukaraja, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Dalam insiden ini, uang tunai Rp191 juta raib digasak pelaku. Perbesar

Anggota Polsek Sukaraja saat memeriksa kondisi ban mobil Honda Mobilio bernopol B 2211 UFG yang menjadi sasaran aksi pencurian modus gembos ban di Sukaraja, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Dalam insiden ini, uang tunai Rp191 juta raib digasak pelaku.

JENTERANEWS.com – Aksi kriminalitas dengan modus operandi gembos ban kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini, komplotan pencuri berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp191 juta yang sedianya dialokasikan untuk membayar honorarium relawan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa nahas tersebut terjadi di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cimuncang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat sore (30/1/2026).

Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, membenarkan adanya tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula setelah korban melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar di sebuah bank milik pemerintah (Himbara) di wilayah Kota Sukabumi.

Uang tersebut rencananya akan dibawa menuju wilayah Cireunghas. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kendaraan korban telah menjadi target dan dibuntuti oleh para pelaku sejak keluar dari pelataran parkir bank.

Di tengah perjalanan, para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan cara yang terorganisir. Salah satu pelaku memepet kendaraan korban dan memberikan isyarat visual bahwa ban mobil korban dalam kondisi kempes.

Korban yang panik sempat berhenti di sebuah SPBU untuk menambah angin sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, pelaku tidak berhenti di situ. Tak lama berselang, pelaku kembali mendekati mobil korban dan memberikan peringatan serupa, meyakinkan korban bahwa ban kendaraannya masih bermasalah.

Terperdaya oleh tipu muslihat tersebut, korban akhirnya memutuskan untuk menepi kembali, kali ini di SPBU Cimuncang, Kecamatan Sukaraja.

Kelengahan korban saat berhenti di lokasi kedua menjadi celah fatal. Saat korban turun dari kendaraan untuk memeriksa kondisi ban, pintu mobil dibiarkan dalam keadaan tidak terkunci.

“Uang disimpan di jok depan sebelah kiri. Saat korban fokus mengecek ban, pelaku membuka pintu yang tidak terkunci dan langsung menyambar kantong berisi uang ratusan juta tersebut,” jelas Kompol Aguk.

Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian, terlihat seorang pelaku mengenakan pakaian serba hitam mendekati mobil putih milik korban dengan tenang namun sigap. Pelaku masuk melalui pintu depan kiri, mengambil bungkusan uang, dan segera melarikan diri.

Hanya dalam hitungan detik, seorang rekan pelaku lainnya datang menjemput menggunakan sepeda motor, dan keduanya langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Kasus ini menjadi sorotan karena dana yang dicuri memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat. Menurut keterangan korban kepada penyidik, uang senilai Rp191 juta tersebut adalah dana operasional untuk program strategis pemerintah.

“Kalau menurut keterangan sementara, uang tersebut untuk membayar honor karyawan atau relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cireunghas,” tambah Kompol Aguk.

Hingga saat ini, jajaran Unit Reskrim Polsek Sukaraja masih melakukan pendalaman kasus. Polisi tengah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian serta menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi wajah dan kendaraan para pelaku.

Pengejaran terhadap sindikat ini menjadi prioritas kepolisian guna memutus rantai kejahatan jalanan yang kembali meresahkan warga Sukabumi.(*)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Sukabumi Soroti Lonjakan Harga Ayam Akibat Tingginya Permintaan Program MBG

12 Februari 2026 - 17:23 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (tengah), didampingi unsur Forkopimda berdialog dengan pedagang beras saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kamis (12/2/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan 1447 H.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Praktik Penanaman Ganja, Oknum Relawan SPPG Ditetapkan Tersangka

12 Februari 2026 - 13:10 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menunjukkan barang bukti foto tanaman ganja dalam pot yang berhasil diamankan saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026).

TMMD ke-127 Resmi Dibuka, Pemkab Sukabumi dan TNI Bersinergi Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Cikembar

10 Februari 2026 - 15:49 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas meninjau kesiapan personel gabungan saat membuka secara resmi TMMD ke-127 di Desa Parakanlima. Sebanyak 150 personel akan dikerahkan selama 30 hari ke depan untuk membangun jalan dan infrastruktur lainnya sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Jerat Hukum Menanti Bapak Sambung di Sukabumi: Kelalaian Senapan Angin Terancam Pasal 474 KUHP Baru

10 Februari 2026 - 12:12 WIB

Terlapor S (35), bapak sambung korban, saat digiring anggota kepolisian menuju ruang Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (9/2/2026). S menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus tewasnya SH (6) akibat peluru senapan angin.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Peredaran Ribuan Obat Terlarang: Modus ‘Sistem Peta’ Terungkap di Cisaat

9 Februari 2026 - 21:46 WIB

Ribuan butir obat keras terbatas (OKT) jenis Tramadol dan Hexymer, serta berbagai jenis psikotropika dan satu unit telepon genggam yang berhasil disita Satnarkoba Polres Sukabumi Kota dari tangan tersangka MWAA (46) di Kecamatan Cisaat. Foto diambil saat rilis kasus, Senin (9/2).

Viral Dugaan ‘Child Grooming’: Guru SD di Sukabumi Dikecam Akibat Konten Romantisasi Siswi

7 Februari 2026 - 11:29 WIB

Ruslandi (kiri), oknum guru SD di Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani proses klarifikasi terkait konten videonya bersama seorang siswi yang viral dan menuai kecaman publik di media sosial.
Trending di Laporan: Awang Ruswandi