Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Jul 2025 10:59 WIB

Titik Balik Pendidikan: 13 Sekolah Rakyat di Jabar Siap Beroperasi, Jaring 1.390 Siswa Kurang Mampu


					Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Sabtu. Herman menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah hasil sinergi dengan Kementerian Sosial untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi 1.390 siswa dari keluarga tidak mampu. Perbesar

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Sabtu. Herman menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah hasil sinergi dengan Kementerian Sosial untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi 1.390 siswa dari keluarga tidak mampu.

JENTERANEWS.com – Sebuah langkah monumental untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan akan segera dimulai di Jawa Barat. Sebanyak 13 Sekolah Rakyat rintisan, termasuk yang berlokasi di Sukabumi, dijadwalkan siap beroperasi secara serentak mulai Senin, 14 Juli 2025.

Program terobosan ini telah berhasil menjaring 1.390 calon siswa dari keluarga prasejahtera, yang terdiri dari 75 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), 675 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 640 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Informasi ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam keterangannya di Bandung, Sabtu. Menurutnya, program ini adalah buah sinergi strategis antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Sosial RI.

“Pemda Provinsi Jabar bersinergi dengan Kementerian Sosial RI untuk mempersiapkan 13 titik Sekolah Rakyat,” ujar Herman.

Dalam kolaborasi ini, Pemprov Jabar mengambil peran krusial dalam mengidentifikasi calon peserta didik dan memetakan berbagai permasalahan sosial yang mereka hadapi. Sementara itu, Kementerian Sosial akan bertanggung jawab penuh atas aspek teknis pendidikan.

“Tugas kami mengidentifikasi peserta didik dan permasalahannya. Untuk aspek pengajaran, fasilitas, dan pengelolaan akan ditangani langsung oleh Kementerian Sosial,” tegas Herman.

Untuk tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan bangunan eksisting yang tersedia, seperti salah satu fasilitas di Bekasi. Namun, rencana jangka panjang yang lebih ambisius telah disiapkan. Kementerian Sosial berencana mendirikan gedung sekolah permanen di setiap kabupaten/kota yang menjadi lokasi program.

Mendukung rencana tersebut, Pemprov Jabar telah menyiapkan lahan strategis, yakni seluas 5 hektar di Sumedang dan 10,5 hektar di kawasan teknopolis Gedebage, Kota Bandung. Selain itu, beberapa usulan pemanfaatan aset daerah juga telah diajukan, termasuk bekas gedung SMKN Palabuhanratu dan eks SMPN 18 Cirebon.

“Kami harap Sekolah Rakyat bisa menjadi titik balik pemutus rantai kemiskinan, agar anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapat masa depan yang lebih baik,” kata Herman penuh harap.

Inisiatif di Jawa Barat ini merupakan bagian dari cetak biru nasional yang telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan legislatif. Komisi VIII DPR RI secara resmi telah menyetujui alokasi anggaran untuk pengembangan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyatakan komitmennya untuk mengawal program ini. Ia menegaskan bahwa DPR mendukung penuh realisasi 100 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan target satu sekolah per kabupaten/kota, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

“Kami akan pastikan anggarannya tersedia untuk kelanjutan program ini,” tegas Abdul Wachid, memberikan jaminan bahwa masa depan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu akan menjadi prioritas nasional.(*)


Kor : Herman

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Karya Bakti TNI Sinarbentang: Pembangunan Jalan Sepanjang 750 Meter Resmi Berjalan Hari Ini

13 April 2026 - 17:38 WIB

Personil TNI dan tokoh masyarakat Desa Sinarbentang berpose bersama di depan gedung Posko Bakti TNI, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Spanduk bertuliskan "POSKO BAKTI TNI KODIM 0622/KAB. SUKABUMI" menegaskan kolaborasi ini. Di latar depan, jalan kerikil yang akan segera diaspal sepanjang 750 meter sudah dalam proses pengerjaan, dengan bercak aspal basah mulai terlihat, menandai dimulainya proyek.

Banjir Bandang Terjang Resort di Cisolok Sukabumi, Tiga Mobil Wisatawan Terseret Arus

12 April 2026 - 17:29 WIB

Rangkaian Dokumentasi Banjir Bandang di Cisolok, Sukabumi

Antusiasme Membeludak, Ratusan Bobotoh Padati Graha PERSIB Demi Jersey Kolaborasi Eksklusif Bersama Weekend Offender

9 April 2026 - 18:27 WIB

Suasana para Bobotoh saat memadati PERSIB Store di Graha PERSIB, Kota Bandung, Kamis (9/4/2026). Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan koleksi jersey edisi terbatas hasil kolaborasi PERSIB dan jenama streetwear Weekend Offender.

Puncak HPN 2026: Wabup Sukabumi Ajak Pers Kawal Pembangunan dan Tak Segan Beri Kritik

9 April 2026 - 18:18 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat memberikan sambutan dan arahan kepada insan pers pada acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi di Halaman Kantor PWI, Kompleks GOR Cisaat, Kamis (9/4/2026). Dalam sambutannya, ia mengajak pers untuk terus mengawal pembangunan daerah.

Mengenal Fenomena “Al-Iblas”: Bahaya Keputusasaan Psikologis dan Solusi Mengatasinya dalam Islam

9 April 2026 - 18:07 WIB

Trending di Sukabumi