Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 10 Mar 2026 20:49 WIB

Tragedi Berdarah di Sukabumi: Sengketa Lahan Parkir Berujung Pembacokan, Lima Warga Terluka Parah


					Suasana di area parkir minimarket Indomaret dan sekitarnya di Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, pada Selasa (10/3/2026). Area ini menjadi lokasi penyerangan brutal sekelompok pria bermotor terhadap juru parkir dan warga pada hari Senin sebelumnya. Sebuah angkutan kota (angkot) merah dan kios pedagang kaki lima (PKL) tampak di pinggir jalan, di mana beberapa orang biasanya berkumpul. Pasca-kejadian, lokasi ini masih menjadi sorotan setelah lima orang dilaporkan terluka akibat pembacokan. Perbesar

Suasana di area parkir minimarket Indomaret dan sekitarnya di Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, pada Selasa (10/3/2026). Area ini menjadi lokasi penyerangan brutal sekelompok pria bermotor terhadap juru parkir dan warga pada hari Senin sebelumnya. Sebuah angkutan kota (angkot) merah dan kios pedagang kaki lima (PKL) tampak di pinggir jalan, di mana beberapa orang biasanya berkumpul. Pasca-kejadian, lokasi ini masih menjadi sorotan setelah lima orang dilaporkan terluka akibat pembacokan.

JENTERANEWS.com — Suasana sore yang tenang di kawasan Sukabumi mendadak berubah mencekam. Sekelompok pria bermotor yang bersenjata tajam melakukan penyerangan brutal terhadap sejumlah tukang parkir dan warga yang sedang berkumpul. Akibat insiden ini, lima orang dilaporkan mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di depan sebuah minimarket yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada hari Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kelima korban yang terluka dalam kejadian tersebut diketahui berinisial FF, HK, AH, OG, dan KK.

Berdasarkan keterangan F alias B (40), salah seorang saksi mata sekaligus tukang parkir di lokasi kejadian, penyerangan tersebut berlangsung sangat cepat dan tidak terduga. F menceritakan bahwa sesaat sebelum kejadian, ia sempat pulang untuk mengantarkan makanan bagi anaknya. Saat ia kembali sekitar setengah jam kemudian, kekacauan sudah tak terhindarkan.

Menurut kesaksiannya, sekelompok pria bermotor tiba-tiba datang menyatroni lokasi parkir dengan membawa senjata tajam jenis celurit dan pedang samurai.

“Anak-anak lagi nongkrong, tiba-tiba IY sama teman-temannya datang naik motor. Mereka berhenti sambil mengacungkan samurai dan celurit, terus bilang ‘serang’. Di situ langsung terjadi pembacokan,” ungkap F kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (10/3/2026).

Setelah membabi buta menyerang warga dan juru parkir, para pelaku yang berjumlah cukup banyak tersebut langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Kondisi yang mencekam dan penuh ketakutan membuat warga tidak sempat melihat wajah atau mengidentifikasi seluruh pelaku secara jelas.

Serangan tersebut memakan lima korban luka, di mana dua di antaranya adalah kakak dan adik kandung dari saksi F. Keduanya mengalami luka parah di bagian kepala yang memerlukan penanganan medis serius.

“Korban ada lima orang. Paling parah kakak sama adik saya, luka di bagian kepala. Kakak saya sampai 18 jahitan, adik saya lebih parah dan sekarang masih di rumah belum bisa ke mana-mana,” tambah F dengan nada prihatin.

Terkait motif penyerangan, F menduga kuat insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait pengelolaan lahan parkir. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia mencurigai adanya pihak ketiga yang memprovokasi atau mengadu domba.

“Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama. Disangka anak-anak parkiran sini menyerang duluan, padahal itu tidak benar. Kami di sini cuma cari uang, tidak ada penyerangan,” tegasnya.

Menanggapi insiden berdarah ini, pihak kepolisian bergerak cepat. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, membenarkan adanya laporan terkait tindak pidana penganiayaan berat tersebut.

“Kami telah menerima laporan pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB terkait dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata Kota Sukabumi,” jelas IPDA Ade.

Saat ini, kelima korban telah mendapatkan perawatan medis. Di sisi lain, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota tengah melakukan penyelidikan intensif, termasuk mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta melakukan upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” pungkas IPDA Ade.

Warga setempat dan keluarga korban kini menanti keadilan, berharap pihak kepolisian dapat segera meringkus komplotan bermotor tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan mengancam keamanan masyarakat Sukabumi.(*)


Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 156 kali

Baca Lainnya

Wakil Bupati Sukabumi Hadiri Peringatan May Day Bersama DPC K Sarbumusi, Kedepankan Suasana Dialogis dan Kekeluargaan

1 Mei 2026 - 16:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (berdiri memegang mikrofon), tengah berdialog santai dengan para buruh yang tergabung dalam DPC K Sarbumusi Kabupaten Sukabumi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Santa Sea Waterpark, Jumat (1/5/2026). Peringatan tahun ini diisi dengan kegiatan rekreasi untuk membangun sinergi yang harmonis.

Polres Sukabumi Kawal Ketat Keberangkatan 4.660 Buruh ke Monas pada Peringatan May Day 2026

1 Mei 2026 - 14:18 WIB

PENGAWALAN MAY DAY: Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, berbincang dengan perwakilan serikat buruh dari FSB KIKES KSBSI saat persiapan keberangkatan massa menuju Monas, Jakarta, di titik kumpul Exit Tol, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Peringatan Hari Buruh Nasional 2026: DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Hak Pekerja dan Harmonisasi Hubungan Industrial

1 Mei 2026 - 13:31 WIB

Hujan Berintensitas Tinggi Picu Longsor di Nagrak, Jembatan Penghubung Antarkampung Terputus

1 Mei 2026 - 12:26 WIB

Kondisi tebing tanah yang longsor akibat guyuran hujan berintensitas tinggi di Kampung Lamping Cikolawing, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Longsoran tersebut menggerus fondasi jembatan sepanjang 15 meter hingga amblas dan memutus akses penghubung antarkampung. (Foto: Dok. P2BK Nagrak/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Seorang PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Mengakhiri Hidup Akibat Depresi

30 April 2026 - 18:57 WIB

Buka Rakercab Pramuka 2026, Bupati Sukabumi Puji Dedikasi Kepanduan dalam Misi Kemanusiaan

30 April 2026 - 17:25 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) menerima dokumen dari Ketua Kwarcab H. Ade Suryaman pada pembukaan Rakercab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi 2026 di Warungkiara, Kamis (30/4/2026).
Trending di Sukabumi