Menu

Mode Gelap

Bencana · 8 Apr 2025 10:05 WIB

Tragedi Pantai Karanghawu: Remaja Bogor Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus Laut


					Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Fatah Madin (15) di Pantai Karanghawu, Sukabumi, setelah 24 jam pencarian. Perbesar

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Fatah Madin (15) di Pantai Karanghawu, Sukabumi, setelah 24 jam pencarian.

JENTERANEWS.com – Setelah 24 jam pencarian yang intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Fatah Madin (15), seorang remaja laki-laki yang dilaporkan hilang akibat terseret arus laut di Pantai Karanghawu, Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 07.10 WIB.

Suryo Adianto, Koordinator Pos SAR Sukabumi, mengonfirmasi penemuan tersebut. “Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pagi ini dan langsung dievakuasi ke RSUD Pelabuhanratu untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya. Jasad korban ditemukan di tepi Pantai Karanghawu, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, tepatnya di depan Kantor KUA Cisolok, setelah dilaporkan oleh warga yang melihatnya dalam posisi terlentang.

Insiden tragis ini bermula pada Senin pagi (7/4/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, ketika Fatah, seorang wisatawan dari Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berenang bersama teman-temannya. Arus laut yang kuat tiba-tiba menyeret mereka ke tengah laut. Meskipun empat temannya berhasil diselamatkan, Fatah terseret lebih jauh dan hilang.

Sukron (14), salah satu teman korban yang selamat, menceritakan detik-detik mencekam saat ombak besar datang dan menyeret mereka. “Saya berenang sama tujuh orang teman, termasuk Rifki. Rifki tenggelam dan sempat minta tolong ke saya. Saya juga ikut tenggelam, enggak bisa nolongin,” ungkap Sukron. Upaya penyelamatan oleh teman-teman lainnya justru membuat mereka ikut terseret ombak.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari puluhan personel dari berbagai unsur, termasuk Pos SAR Sukabumi, Polairud, TNI AL, dan relawan, dikerahkan untuk melakukan pencarian. Mereka melakukan penyisiran laut, darat, dan udara menggunakan drone.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Nandang Herawan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa pencarian terus dilakukan hingga korban ditemukan. Empat remaja yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat adalah M. Sukron, M. Alfikri Asyaukaniy (13), M. Firdaus (15), dan Ahmad Fauzi (15).

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama di area dengan arus yang kuat.(*)

Laporan: Ridwan

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BAPENDA GANDENG APARATUR KECAMATAN UNTUK OPTIMALKAN PAD KABUPATEN SUKABUMI

18 Juni 2026 - 15:50 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar memberikan arahan dalam rapat koordinasi pemetaan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama jajaran aparatur kewilayahan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026).

Dukung Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Sukabumi: Ruang Bentuk Karakter Generasi Muda

18 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Budi Azhar Mutawali (tengah/kemeja putih dengan logo), berfoto bersama jajaran pengurus, panitia, dan perwakilan pemuda masjid usai memberikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia 2026 di Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026). (Foto: Istimewa)

Wujudkan Generasi Emas, SPPG Neglasari Dua Sukabumi Komit Sajikan Menu Bergizi dan Higienis

18 Juni 2026 - 14:23 WIB

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purabaya di Sukabumi, Jawa Barat

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Bogor dan Satpol PP Sukabumi Gencarkan Edukasi Lewat Operasi ASAP

18 Juni 2026 - 09:18 WIB

Narasumber dari Bea Cukai Bogor dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, bersama dengan pembawa acara radio, berpose di studio radio usai kegiatan sosialisasi identifikasi cukai rokok ilegal pada Rabu (17/6/26).

Kisah Pilu Ibu Mimin: Lansia Tua di Purabaya Bertahan Hidup di Gubuk Nyaris Roboh dengan Penglihatan Terbatas

17 Juni 2026 - 10:06 WIB

Ibu Mimin (60), lansia penderita katarak yang hidup sebatang kara, tampak tertunduk lesu di dalam tempat tinggalnya di Kampung Cinangka, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya. Keterbatasan penglihatan dan himpitan ekonomi memaksanya bertahan hidup dalam kondisi yang serba memprihatinkan tanpa jaminan kenyamanan di masa tuanya.

Cuaca Ekstrem Terjang Kalapanunggal Sukabumi, Empat Rumah Warga Rusak Berat

17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Seorang petugas dari tim gabungan sedang melakukan asesmen dan meninjau langsung kondisi salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat di Kampung Cingenca, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/6/2026).
Trending di Sukabumi