JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi kembali diguncang bencana alam dalam skala besar. Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, tanah bergerak, longsor, dan banjir bandang secara bergantian melanda wilayah ini, menyebabkan kerusakan parah dan ribuan warga mengungsi.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB menunjukkan bahwa bencana ini telah melumpuhkan aktivitas masyarakat di 39 kecamatan dan 101 desa.
Tanah Bergerak Ancam Ratusan Jiwa
Bencana tanah bergerak menjadi salah satu ancaman serius. Hingga kini, tercatat 159 kepala keluarga (KK) atau sekitar 249 jiwa terancam bahaya akibat pergerakan tanah yang tidak stabil. Beberapa wilayah bahkan dilaporkan mengalami retakan tanah yang semakin membesar, meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.
Longsor Hancurkan Ratusan Rumah
Longsor yang dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi telah mengakibatkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 902 rumah rusak berat, 209 rumah rusak sedang, dan 249 rumah rusak ringan. Selain itu, 192 rumah lainnya terancam longsor.
Banjir Bandang Rendam Ribuan Rumah
Banjir bandang yang menggenangi sejumlah desa di Sukabumi telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 3.704 KK atau 4.824 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Air bah juga merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum lainnya.
Korban Jiwa dan Hilang
Bencana ini telah merenggut sedikitnya 10 nyawa, sementara 2 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban.
Kerugian Materi Mencapai Miliaran Rupiah
Selain korban jiwa, bencana ini juga menimbulkan kerugian materi yang sangat besar. Ribuan hektar lahan pertanian rusak, infrastruktur jalan dan jembatan putus, serta sejumlah fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan.
Upaya Penanganan Bencana
Pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan bencana, seperti evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Namun, upaya tersebut masih terus dilakukan mengingat luasnya wilayah yang terdampak.
Imbauan Kewaspadaan
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Warga yang tinggal di daerah rawan bencana dihimbau untuk segera mengungsi jika terjadi tanda-tanda bahaya.
Butuh Bantuan Lebih Banyak
Bencana ini membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Pemerintah pusat dan berbagai lembaga kemanusiaan diharapkan dapat memberikan bantuan yang lebih banyak lagi untuk meringankan beban para korban.(*)

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB,

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















