Menu ✖

Mode Gelap

News · 9 Des 2024 16:32 WIB

Update Bencana Sukabumi: 10 Tewas, 4.824 Jiwa Mengungsi, 902 Rumah Rusak Berat


					Update Bencana Sukabumi: 10 Tewas, 4.824 Jiwa Mengungsi, 902 Rumah Rusak Berat Perbesar

JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi kembali diguncang bencana alam dalam skala besar. Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, tanah bergerak, longsor, dan banjir bandang secara bergantian melanda wilayah ini, menyebabkan kerusakan parah dan ribuan warga mengungsi.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB menunjukkan bahwa bencana ini telah melumpuhkan aktivitas masyarakat di 39 kecamatan dan 101 desa.

Tanah Bergerak Ancam Ratusan Jiwa

Bencana tanah bergerak menjadi salah satu ancaman serius. Hingga kini, tercatat 159 kepala keluarga (KK) atau sekitar 249 jiwa terancam bahaya akibat pergerakan tanah yang tidak stabil. Beberapa wilayah bahkan dilaporkan mengalami retakan tanah yang semakin membesar, meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.

Longsor Hancurkan Ratusan Rumah

Longsor yang dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi telah mengakibatkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 902 rumah rusak berat, 209 rumah rusak sedang, dan 249 rumah rusak ringan. Selain itu, 192 rumah lainnya terancam longsor.

Banjir Bandang Rendam Ribuan Rumah

Banjir bandang yang menggenangi sejumlah desa di Sukabumi telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 3.704 KK atau 4.824 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Air bah juga merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum lainnya.

Korban Jiwa dan Hilang

Bencana ini telah merenggut sedikitnya 10 nyawa, sementara 2 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban.

Kerugian Materi Mencapai Miliaran Rupiah

Selain korban jiwa, bencana ini juga menimbulkan kerugian materi yang sangat besar. Ribuan hektar lahan pertanian rusak, infrastruktur jalan dan jembatan putus, serta sejumlah fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan.

Upaya Penanganan Bencana

Pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan bencana, seperti evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Namun, upaya tersebut masih terus dilakukan mengingat luasnya wilayah yang terdampak.

Imbauan Kewaspadaan

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Warga yang tinggal di daerah rawan bencana dihimbau untuk segera mengungsi jika terjadi tanda-tanda bahaya.

Butuh Bantuan Lebih Banyak

Bencana ini membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Pemerintah pusat dan berbagai lembaga kemanusiaan diharapkan dapat memberikan bantuan yang lebih banyak lagi untuk meringankan beban para korban.(*)

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB,

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB,

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Resmi Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis Ditiadakan

3 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) berjabat tangan saat tiba di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kehadirannya untuk meresmikan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi, yang sekaligus menandai ditiadakannya moratorium dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Trending di News

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca