JENTERANEWS.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi arogan di jalan bebas hambatan. Sebuah video yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran bak film aksi antara dua pengemudi mobil—Toyota Innova berwarna silver dan Nissan Grand Livina berwarna hitam—berakhir dengan cekcok menegangkan di ruas Tol Kemayoran akses Pelabuhan arah Tanjung Priok.
Meski tidak memakan korban jiwa, insiden yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) dan viral pada akhir pekan ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan memicu kepanikan pengguna jalan lainnya. Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu kedua pengemudi misterius tersebut.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, insiden ini bermula dari adu kecepatan yang sangat berbahaya. Mobil Toyota Innova terlihat dengan sengaja memepet dan menyenggol bodi Nissan Grand Livina. Benturan tersebut nyaris membuat pengemudi Grand Livina kehilangan kendali di tengah laju kendaraan yang tinggi.
Situasi memanas ketika pengemudi Grand Livina berusaha menghindar dan mendahului, namun jalurnya terus dipotong dan dihalangi oleh pengemudi Innova. Puncaknya, mobil Grand Livina terpojok hingga menghantam pembatas jalan.
Kedua kendaraan tersebut akhirnya berhenti total di tengah lajur tol, secara otomatis memblokir akses kendaraan di belakangnya. Seorang pria berbadan gempal yang mengemudikan Innova kemudian turun, menghampiri lawannya, dan secara paksa mencoba mencabut kunci dari kontak mobil Livina. Cekcok sengit pun tak terhindarkan.
Aksi membahayakan ini sempat diabadikan oleh pengguna jalan lain yang berada tepat di belakang kedua kendaraan. Dalam video tersebut, perekam mengekspresikan keterkejutannya melihat manuver berbahaya yang dilakukan pengemudi Innova.
“Livina dihantem ku (sama) Innova tuh. Teuing tadina naon permasalahan (gak tau permasalahannya) kurang tau. Hampir tadi terpental ke seberang,” ungkap perekam video dengan nada panik.
Akibat dari konfrontasi fisik di tengah jalan ini, antrean panjang kendaraan tak bisa dihindari karena para pengemudi lain terpaksa melakukan pengereman mendadak.
Pihak Kepolisian melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya segera merespons laporan tersebut. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di ruas tol Km 19+000 B lajur 1 pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 15.09 WIB.
“Para pengendara membubarkan diri sebelum petugas polisi datang,” jelas AKBP Reiki pada Sabtu (4/4/2026). Ia memastikan tidak ada korban jiwa, meski penyebab pasti keributan tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Di sisi lain, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, memimpin upaya pelacakan identitas pelaku melalui pelat nomor kedua kendaraan. Namun, penyelidikan ini justru menemui jalan buntu yang tak terduga:
-
Toyota Innova Silver (B-1856-URB, 2013): Tercatat atas nama Koeniwati Soetirna. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan menyatakan mobil tersebut telah dijual melalui sistem tukar tambah pada Oktober 2025. Identitas pembeli atau pemilik baru tidak diketahui.
-
Nissan Grand Livina Hitam (B-1896-POA, 2011): Tercatat atas nama Joshua Widjaya. Kepolisian menyatakan bahwa data profil pemilik tidak dapat diakses secara penuh. “Hasil kami identifikasi tidak keluar profilnya. Diprediksi orangnya sudah almarhum,” ungkap AKBP Ojo.
Kini, duduk perkara dan motif di balik aksi ‘koboi’ jalanan tersebut masih berselimut kabut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini melalui rekaman CCTV jalan tol dan bukti-bukti pendukung lainnya demi menegakkan kedisiplinan dan keamanan di jalan raya.(*)















