JENTERANEWS.com — Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebanyak kurang lebih 1,5 hektare lahan alang-alang dan kebun milik warga di Kampung Cikuray RT 003/003, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, ludes terbakar pada Selasa (8/8/2026) malam.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, titik api pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 18.15 WIB. Kondisi lahan alang-alang yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api meluas dengan sangat cepat dan sempat mengancam area pemukiman warga di sekitarnya.
Menerima informasi tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciemas bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terjun langsung ke lapangan.
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur kewilayahan guna mencegah meluasnya dampak kebakaran. Unsur yang berada di lokasi kejadian meliputi:
Posko Damkar Ciemas, Polsek Ciemas, Babinsa, Tagana, FORKOMPIMCAM Ciemas, Pemerintah Desa Mekarsakti, P2BK Kecamatan Ciemas danWarga masyarakat setempat.
Dengan dukungan penuh dari tim gabungan serta pengerahan 1 unit armada pemadam kebakaran dari Posko Damkar Ciemas, api yang sempat mengancam permukiman akhirnya berhasil dijinakkan.
“Api dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 20.15 WIB setelah dilakukan penanganan intensif oleh tim pemadam dibantu unsur aparat dan warga setempat,” tulis keterangan resmi PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Sukabumi.
Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Warga setempat juga tidak ada yang harus mengungsi karena api berhasil diblokir sebelum menjangkau rumah-rumah penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti terjadinya kebakaran lahan seluas 1,5 hektare tersebut masih dalam tahap penyelidikan (kajian) oleh pihak berwajib. Saat ini, kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipastikan sudah kondusif dan aman.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api di area lahan kering guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.(*Dik*)















