JENTERANEWS.com – Konflik antara petani terkait pembelokan jalur Sekunder di sadap 13 DI Cibeber di desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemukan solusi. Kamis (7/12/2023)
Berawal dari pembelokan jaringan sekunder yang di kerjakan oleh CV. Putra Perkasa Prima, menuai protes puluhan para petani di kedusunan Pasirgede desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi.

Jalur sekunder irigasi Cibeber Curugkembar yang sempat menuai konflik.
Para petani di kedusunan Pasirgede kwatir puluhan hektare sawah nya tidak terairi, namun permasalahan itu kini terpecahkan setelah di adakan musyawarah bersama di lokasi irigasi tersebut.
Dalam musyawarah yang di hadiri camat Curugkembar, Kepala Desa Mekartanjung, Direktur CV. Putra Perkasa Prima, dan para warga, sepakat jalur sekunder di sadap 13 DI Cibeber, tetap pada jalur asalnya.
“Jadi saluran tersier yang di jadikan jalur sekunder kembali menjadi saluran tersier sesuai kebutuhan air di lahan tersebut,” Kata Kepala Desa Mekartanjung, Edem Solihin.
Adapun untuk mengalirkan air ke saluran tersebut rencananya akan di kasih melalui pipa paralon, dan untuk mengantisipasi longsor bekas pembelokan jalur irigasi tersebut, akan di bangun TPT oleh warga dan pihak CV. Putra Perkasa Prima.
Untuk bangunan TPT pihak CV. Putra Perkasa Prima akan memberi material dan pengerjaannya oleh warga secara gotong royong.
Direktur CV. Putra Perkasa Prima, Yusup, Menjelaskan sesuai dengan perencanaan untuk bangunan jalur sekunder di sadap 13 di bangun 100 meter.
Rencananya dibangun tidak putus-putus namun saat pengerjaan dan sudah di bangun sekitar 67 meter terkendala dengan lahan dan akhirnya sisanya 33 meter di belokan ke jalur tersier karena ada salah seorang warga yang mengajukan pembelokan tersebut.
“Kami tidak ada niatan membelokan jalur tersebut kami hanya ingin membangun sesuai volume yang ada dalam perencanaan,” pungkasnya.
Sementara camat Curugkembar, Asep Mulyadi, S.STP., M.Si., mengucapkan terimakasih atas selesai nya konflik tersebut, “Alhamdulillah dengan adanya musyawarah ini menemukan solusi hingga tidak ada lagi cekcok masalah jalur irigasi,” ungkapnya.
Asep Mulyadi, juga berharap agar para warga memelihara irigasi yang sudah di bangun Pemerintah.
“Kami harap agar para warga menjaga memelihara pembangunan yang sudah ada, dan para petani mohon bersabar untuk saat ini aliran irigasi di tutup sementara karena ada bencana pergerakan tanah di jalur utama DI Cibeber,” pungkasnya. (*)















