Menu ✖

Mode Gelap

News · 29 Nov 2024 12:52 WIB

Defhisa Abriani Husein menduga adanya kelalaian medis yang menyebabkan kematian bayinya di RSUD Palabuhanratu


					Ilustrasi bayi meninggal dunia Perbesar

Ilustrasi bayi meninggal dunia

JENTERANEWS.com – Seorang ibu rumah tangga, Defhisa Abriani Husein, warga Kampung Ciwaru, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mencurahkan kesedihannya melalui media sosial. Ia mengaku mengalami dugaan malapraktik medis saat proses persalinan di RSUD Palabuhanratu pada Rabu, 27 November 2024, yang mengakibatkan kematian bayinya.

Defhisa menjelaskan bahwa sejak awal kehamilan, dokter telah menyarankan persalinan caesar karena posisi bayi yang melintang dan berat badan yang kurang. Namun, pihak rumah sakit tetap memaksakan persalinan normal meskipun kondisi tersebut berisiko tinggi.

“Saya sudah berulang kali meminta operasi caesar, tapi mereka tetap memaksa persalinan normal. Bahkan saat proses melahirkan, tangan bayi sudah keluar, mereka masih memaksa saya untuk meneran,” ungkap Defhisa dengan nada sedih.

Menurut kesaksian Defhisa, petugas medis baru memutuskan untuk melakukan operasi caesar setelah kondisi bayi semakin kritis. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa bayinya.

“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Saya merasa bayi saya meninggal karena kelalaian pihak rumah sakit,” ujarnya.

Pihak rumah sakit RSUD Palabuhanratu, melalui dr. Rika, menyatakan bahwa saat ini tengah dilakukan upaya mediasi dengan keluarga pasien. “Kami masih menunggu hasil mediasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” kata dr. Rika.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Resmi Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis Ditiadakan

3 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) berjabat tangan saat tiba di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kehadirannya untuk meresmikan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi, yang sekaligus menandai ditiadakannya moratorium dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Trending di News

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca