JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu telah mengakibatkan bencana alam yang cukup parah. Ratusan rumah warga rusak, ribuan jiwa mengungsi, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar, Suryana, hingga saat ini terdapat 29 kepala keluarga (KK) atau sekitar 91 jiwa yang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Sebagian besar pengungsi berasal dari Desa Bojongtugu dan Desa Sindangraja.
“Kondisi saat ini, masih ada 2 titik pengungsian terpusat dan 5 lokasi pengungsian mandiri,” ujar Suryana kepada jenteranews.com Selasa (10/12/2024).
Bencana alam ini juga mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga. Rinciannya, 251 rumah mengalami kerusakan ringan, 240 rumah rusak sedang, dan 29 rumah rusak berat. Selain itu, bencana ini juga merusak lahan pertanian, sekolah, tempat ibadah, jalan, dan jembatan.
“Ada sekitar 22 hektar sawah dan 2 hektar perkebunan yang terdampak. Selain itu, 3 sekolah dengan 4 lokal rusak berat, 6 tempat ibadah rusak berat, 40 ruas jalan, dan 8 jembatan juga mengalami kerusakan,” tambah Suryana.
Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, pemerintah setempat telah menyalurkan sejumlah bantuan logistik. Namun, kebutuhan logistik masih sangat mendesak.
“Saat ini, kami masih membutuhkan sekitar 1483 paket sembako dan 1483 paket hygiene kit untuk para pengungsi,” kata Suryana.
Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, bencana ini juga mengakibatkan terputusnya akses jalan di beberapa titik. Salah satunya adalah ruas jalan Cimanggu-Purabaya di lokasi Kampung Legokdahu, Desa Bojongtugu.
Petugas di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya fasilitas akomodasi dan sinyal komunikasi di beberapa titik.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Curugkembar dilaporkan cerah. Namun, petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.(*)















