JENTERANEWS.com – Dugaan kuat aktivitas pertambangan menjadi penyebab utama bencana alam yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya di kawasan Geopark Ciletuh, terus menguat. Menyikapi hal ini, Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan tersebut.
Video viral yang memperlihatkan kondisi hutan gundul di kawasan Simpenan-Ciemas semakin menguatkan dugaan keterlibatan aktivitas pertambangan dalam bencana banjir dan longsor yang terjadi. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian telah menerima sejumlah laporan dan aduan dari masyarakat serta lembaga terkait.
“Kami akan menjadikan informasi-informasi tersebut sebagai dasar untuk melakukan penyelidikan di lapangan,” ujar Samian saat ditemui di Mapolres Sukabumi, Senin (16/12/2024).
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanggil tiga perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi bencana untuk dimintai klarifikasi. “Kami akan mengundang mereka untuk menjelaskan terkait legalitas izin operasi, serta langkah-langkah yang telah mereka lakukan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Samian.
Pihak kepolisian akan menyelidiki apakah aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memiliki izin yang lengkap. Selain itu, polisi juga akan mengevaluasi sejauh mana perusahaan-perusahaan tersebut telah menjalankan tanggung jawab sosialnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Dalam waktu dekat, kami akan memanggil ketiga perusahaan tersebut untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan mereka dalam bencana alam yang terjadi,” tambah Samian.
Penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas apakah aktivitas pertambangan memang menjadi penyebab utama bencana alam di Geopark Ciletuh. Hasil dari penyelidikan ini akan menjadi dasar bagi penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Masyarakat berharap agar pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini. Mereka juga berharap agar pelaku pelanggaran hukum dapat dihukum seberat-beratnya agar menjadi efek jera dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.(*)















