Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2025 14:23 WIB

Sinergi Forkompimcam Sagaranten Gerak Cepat Atasi Sampah di Anak Sungai Cibening


					Unsur Forkompimcam Sagaranten bersama aparat desa dan relawan bahu-membahu membersihkan aliran anak Sungai Cibening yang tersumbat sampah di Desa Puncakmangis (16/5/2025). Perbesar

Unsur Forkompimcam Sagaranten bersama aparat desa dan relawan bahu-membahu membersihkan aliran anak Sungai Cibening yang tersumbat sampah di Desa Puncakmangis (16/5/2025).

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur beberapa waktu lalu menyisakan persoalan sampah yang menyumbat aliran anak sungai menuju Sungai Cibening di Desa Puncakmangis, Kecamatan Sagaranten. Kondisi ini menyebabkan gorong-gorong tersumbat dan meluap ke permukiman warga. Merespon cepat situasi tersebut, Forkompimcam Sagaranten bergerak sigap melaksanakan aksi nyata membersihkan sampah sepanjang kurang lebih 700 meter aliran sungai pada Jumat (16/5/2025).

Camat Sagaranten, Ridwan Agus Mulyawan, S.Ip, M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Puncakmangis terkait adanya luapan air akibat sumbatan sampah di aliran anak sungai saat hujan deras. “Kami segera merespon laporan tersebut dan berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkompimcam Sagaranten untuk mengantisipasi potensi luapan susulan,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Kegiatan pembersihan ini merupakan langkah antisipasi sementara untuk mencegah terjadinya luapan air kembali saat hujan deras melanda Kampung Ciputat, RT 001/RW 001, Desa Puncakmangis. Tampak sinergi yang kuat antara Pemerintah Kecamatan Sagaranten, Pemerintah Desa Puncakmangis, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Sagaranten, Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Polsek Sagaranten, Koramil 0623/11 Sagaranten, para Kepala Dusun se-Desa Puncakmangis, Ketua RT, serta unsur sosial lainnya.

Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang mendominasi adalah sampah alami berupa batang pohon, akar, dan ilalang yang terbawa arus air. Tumpukan sampah inilah yang diduga kuat menjadi penyebab utama penyumbatan gorong-gorong.

“Jenis sampah yang kami temukan sebagian besar adalah sampah alami dari tumbuhan seperti batang pohon, akar, dan sejenis ilalang,” jelas Camat Ridwan.

Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut ke sebuah lubang yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah Desa Puncakmangis, jauh dari area permukiman warga, untuk dipendam. Langkah ini diambil mengingat jenis sampah yang didominasi material organik yang dapat terurai secara alami.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Ridwan juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengajak warga untuk berinisiatif melakukan kegiatan sosial membersihkan sampah, terutama di saluran air terdekat dengan rumah masing-masing. “Persoalan sampah ini hendaknya menjadi tanggung jawab bersama. Mari kita galakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara mandiri, terutama di saluran air agar tidak tersumbat dan menyebabkan banjir saat hujan,” pungkasnya.

Aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan meminimalisir risiko bencana di wilayah Sagaranten. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi seluruh warga.(*)

[Laporan: Aris J | Editor: Hamjah]

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]

Banjir Bandang Terjang Objek Wisata Curug Cikaso Sukabumi, Seluruh Wisatawan Berhasil Dievakuasi Selamat

24 Mei 2026 - 11:24 WIB

Tangkapan layar dari video amatir memperlihatkan salah satu wisatawan yang berupaya bertahan saat terseret arus deras banjir bandang di kawasan objek wisata Curug Cikaso, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) sore. Berkat kesigapan petugas dan warga, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. (Foto: Istimewa/Warga)

Kementerian Desa PDTT Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi dalam Pembentukan Peluang Usaha BUM Desa

21 Mei 2026 - 11:34 WIB

Trending di Sukabumi