Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Mei 2026 11:34 WIB

Kementerian Desa PDTT Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi dalam Pembentukan Peluang Usaha BUM Desa


					Kementerian Desa PDTT Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi dalam Pembentukan Peluang Usaha BUM Desa Perbesar

JENTERANEWS.com – Dalam upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di tingkat desa, ketepatan dalam memilih sektor usaha untuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dinilai sangat krusial. Sebuah BUM Desa yang kuat dan berkelanjutan harus lahir dari perencanaan yang matang, kolaborasi yang baik, serta pengelolaan yang tepat sasaran.

Melalui program literasi digital Tamasya (Pelatihan Masyarakat Desa), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memaparkan materi penting bertajuk “Identifikasi Potensi Desa untuk Peluang Usaha BUM Desa”. Program ini didesain sebagai wadah belajar santai di media sosial yang bertransformasi menjadi perjalanan keilmuan menuju kemandirian masyarakat desa.

Dalam materi tersebut, ditekankan bahwa usaha desa harus senantiasa berpedoman pada kebutuhan riil dan potensi lokal. Terdapat empat langkah fundamental yang harus dipetakan oleh pemerintah desa dan pengelola BUM Desa sebelum menentukan unit usaha.

Empat Langkah Strategis Pemetaan BUM Desa

Berdasarkan pedoman yang dirilis, berikut adalah empat pilar utama dalam mengidentifikasi peluang usaha BUM Desa:

  • 1. Melihat Kebutuhan Masyarakat

    Kehadiran BUM Desa diamanatkan untuk menjadi solusi atas kebutuhan warga yang selama ini belum terlayani secara optimal. Hal terpenting yang digarisbawahi adalah BUM Desa dilarang keras mematikan atau bersaing dengan usaha milik warga yang sudah berjalan. Sebaliknya, BUM Desa harus mengambil peran strategis untuk berkolaborasi dengan masyarakat.

  • 2. Mengenali Kegiatan Ekonomi yang Ada di Desa

    Sebelum membentuk unit usaha baru, desa perlu mengidentifikasi lembaga atau kegiatan sosial ekonomi yang telah eksis, seperti Koperasi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pasar Desa, maupun Kelompok Usaha Masyarakat lainnya. BUM Desa didorong untuk membangun sinergi dan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

  • 3. Memetakan Potensi Desa

    Setiap desa memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unik dan perlu dikembangkan. Potensi ini bisa berupa sektor Pertanian, Perikanan, Kerajinan, Wisata Desa, hingga Potensi SDM Pemuda Desa. Berbagai potensi inilah yang ke depannya dapat dikonversi menjadi usaha produktif yang menguntungkan.

  • 4. Memanfaatkan Aset Desa

    Barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli, dibeli, atau diperoleh atas beban APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) merupakan modal awal yang krusial. Aset-aset seperti Tanah Kas Desa, Bangunan Desa, Pasar Desa, hingga sarana prasarana lainnya, jika dikelola dengan profesional, berpotensi besar menjadi sumber ekonomi baru.

Integrasi Menuju Desa Mandiri

Lebih lanjut, program Tamasya memberikan gambaran konkret mengenai hasil identifikasi tersebut. Sebagai contoh, dari hasil pemetaan kebutuhan sarana produksi pertanian (Saprodi), air bersih, hingga sembako, yang dipadukan dengan potensi alam seperti sungai atau lahan sunrise, BUM Desa dapat merumuskan unit usaha yang spesifik.

Jenis usaha yang dapat dibentuk meliputi Unit Pariwisata, Unit Usaha Simpan Pinjam, Unit Usaha Pertokoan, hingga Unit Usaha PAM Desa. Kelima komponen utama—kebutuhan masyarakat, lembaga ekonomi, potensi desa, aset desa, dan jenis usaha—harus saling berikatan guna menemukan peluang terbaik.

Dengan optimalisasi seluruh sumber daya dan kelembagaan ini, pembentukan BUM Desa tidak lagi sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah lompatan ekonomi yang bermuara pada satu tujuan utama: mewujudkan desa yang mandiri, ekonomi yang tumbuh tangguh, serta masyarakat yang sejahtera.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi