Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Jun 2025 10:06 WIB

Bupati Asjap ‘Ngamuk’ di RSUD Palabuhanratu: Pasien Terlantar 2 Hari di IGD, Dicurigai Ada Sabotase Internal


					Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan arahan keras kepada jajaran manajemen RSUD Palabuhanratu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (12/6/2025). Dalam sidaknya, Asjap menemukan buruknya sistem pelayanan, termasuk pasien yang terlantar dan masalah layanan BPJS. Perbesar

Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan arahan keras kepada jajaran manajemen RSUD Palabuhanratu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (12/6/2025). Dalam sidaknya, Asjap menemukan buruknya sistem pelayanan, termasuk pasien yang terlantar dan masalah layanan BPJS.

JENTERANEWS.com – Suasana di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak tegang saat Bupati Sukabumi, Asep Japar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (12/6/2025). Tanpa basa-basi, Asep Japar yang akrab disapa Asjap, meluapkan kekecewaannya terhadap buruknya sistem pelayanan di rumah sakit plat merah tersebut.

Dalam video berdurasi 3 menit 20 detik yang merekam sidaknya, Asjap menemukan serangkaian masalah pelik, mulai dari pasien yang terlantar berhari-hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD), carut-marut pelayanan BPJS, hingga dugaan adanya “duri dalam daging” yang sengaja merusak citra institusi dari dalam.

Amarah Asjap memuncak saat memasuki ruang IGD. Di sana, ia mendapati seorang pasien yang terbaring lemah. Saat ditanya, pasien tersebut mengaku sudah dua hari berada di ruang darurat tanpa mendapatkan kamar perawatan.

“Sudah berapa hari di sini?” tanya Asjap dengan nada prihatin.

“Dua hari,” jawab pasien itu singkat.

Sontak, Asjap menoleh tajam ke arah jajaran manajemen rumah sakit yang mendampinginya. “Ini sudah dua hari ini, Pak. Kasihan ya,” ucapnya dengan nada tinggi, menunjukkan kekecewaan yang mendalam.

Persoalan klasik mengenai layanan bagi peserta BPJS Kesehatan tak luput dari semprotan sang bupati. Ia mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam melayani pasien BPJS yang menurutnya selalu bermasalah.

“Yang menangani BPJS siapa? Dokter pelayanan mana? BPJS selalu ada masalah ya. Saya itu heran, kenapa BPJS di Palabuhanratu ini rame nih (keluhannya). Kita harusnya bisa menjelaskan ketika ada masalah,” tegas Asjap.

Saking geramnya, Asjap menyebut kondisi ini seharusnya sudah memicu reaksi keras dari masyarakat. “Bahkan harusnya hari ini demo nih. Tolonglah kerja sama yang baik,” katanya.

Kritik berlanjut ke bagian farmasi. Asjap menyoroti kurangnya transparansi dan ketersediaan obat. Ia mendesak agar pasien tidak lagi dibebani dengan resep yang obatnya tidak tersedia di rumah sakit.

“Jangan sampai nanti ada pasien dikasih resep, harus ke apotek, (lalu pihak RS) menjawab obat tidak ada, tidak lengkap. Jangan sampai nanti pasien ke sini bayar!” serunya. “Ketika membuat resep kenapa di sini tidak cukup menjelaskan? Harusnya bisa menjelaskan secara detil. Saya minta kompak ya!”

Yang paling mengejutkan, Asjap secara terang-terangan mencurigai adanya oknum internal yang sengaja menciptakan kekacauan untuk merusak sistem.

“Saya yakin di dalam ada cucuk (duri) nih, di rumah sakit ini, yang akhirnya merusak lembaga kita. Saya tidak mau seperti itu. Ya, kumpulkan lah nanti dokter spesialis,” perintahnya kepada manajemen.

Saat dikonfirmasi usai sidak, Asjap menjelaskan bahwa tindakannya adalah bentuk terapi kejut untuk membenahi manajemen rumah sakit secara total. Menurutnya, praktik seperti pasien BPJS yang harus membeli obat sendiri adalah hal konyol yang tidak bisa ditoleransi.

“Rasa tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat harus betul-betul dirasakan baik oleh masyarakat. Citra lembaga dan pemerintah daerah harus dijaga. Intinya kekompakan ini kan tidak sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritik kerasnya bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai cambuk untuk perubahan ke arah yang lebih baik. “Saya yakin kalau semua mau terbuka dan bekerja dengan hati, RSUD Palabuhanratu bisa jadi kebanggaan warga Sukabumi. Kita punya SDM yang mumpuni, tinggal soal semangat dan kejujuran,” ucapnya.

Sebagai penutup, Asjap menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendukung penuh perbaikan fasilitas dan layanan, asalkan ada itikad baik dan proposal yang jelas dari pihak rumah sakit.

“Kalau memang ada kebutuhan yang betul-betul urgen, silakan ajukan. Jangan diam, jangan saling lempar. Saya akan bantu dorong lewat anggaran atau komunikasi dengan pusat. Asal jelas, untuk rakyat,” pungkasnya.(*)


Reporter: Ridwan
Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 280 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi