JENTERANEWS.com – Semangat gotong royong membara di Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, saat warga dan aparat pemerintah desa bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang menyelimuti rumah dan jalan pada Rabu (30/7/2025). Kegiatan bersama ini menjadi tumpuan harapan di tengah kepungan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak Senin malam.
Bencana ganda yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi telah menyebabkan Sungai Dengang meluap dan tanah longsor di beberapa titik. Akibatnya, infrastruktur vital lumpuh. Jembatan Cicurug, yang menjadi urat nadi penghubung antara Kampung Cipicung dengan Kampung Ciburuy, hanyut tak bersisa diterjang derasnya air bah.
Kepala Desa Bangbayang, Dadang Mulyana, mengungkapkan bahwa upaya penanganan dan pendataan kerusakan masih menghadapi kendala serius. “Hingga saat ini, kami belum bisa melakukan asesmen menyeluruh di 17 kampung yang masuk dalam Kedusunan Bangbayang. Fokus kami masih di Kampung Cicapang,” ujarnya. Situasi diperparah dengan putusnya jaringan komunikasi, yang membuat koordinasi menjadi sangat sulit.

Suasana pembersihan pascabanjir dan longsor yang melanda Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Rabu (30/7/2025). Selain merendam rumah warga, bencana ini juga menghanyutkan Jembatan Cicurug dan memutus total akses jalan kabupaten.
Sementara itu, penanganan untuk membuka kembali akses jalan kabupaten ruas Bangbayang – Surade yang tertimbun longsor sepanjang 50 meter masih terus diupayakan. “Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih dalam perjalanan menuju lokasi,” tambah Dadang, mengisyaratkan bahwa warga masih harus bersabar sebelum isolasi terbuka.
Diberitakan sebelumnya, bencana ini berawal pada Senin malam (28/7/2025) ketika hujan lebat mengguyur tanpa henti. Berdasarkan Berita Acara Kejadian Nomor 147.1/218/VII/2005 yang dirilis Pemerintah Desa Bangbayang, banjir mulai menerjang permukiman di Jalan Buniwangi, RT 01/RW 01.
Setidaknya enam rumah warga, milik Nensih, Yusep, Hasanudin, Ruswati, Sumirah, dan H. Oneng, terendam genangan air dan lumpur, memaksa para penghuninya berjuang menyelamatkan diri dan harta benda. “Air datang cukup cepat seiring meluapnya Sungai Dengang. Warga di RT 01/01 yang paling merasakan dampaknya karena pemukiman mereka berada dekat dengan aliran sungai,” ungkap salah seorang perangkat desa pada Selasa (29/7/2025).
Di tengah upaya pemulihan yang masih panjang, semangat kebersamaan warga menjadi modal utama. Dengan peralatan seadanya, mereka tak kenal lelah membersihkan sisa-sisa bencana, berharap secercah cahaya normalitas dapat segera kembali menerangi desa mereka. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemulihan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih. Pihak desa terus berharap bantuan dan penanganan cepat dari instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, dapat segera tiba.(*)
Kor : Aep Bonol
Redaktur: Hamjah















