Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 4 Agu 2025 12:33 WIB

Banjir Terjang Parungkuda di Akhir Pekan, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Keluarga Mengungsi


					Kondisi salah satu rumah warga di Desa Kompa yang mengalami rusak berat setelah diterjang banjir luapan pada Minggu (3/8/2025). Akibat kejadian ini, pemilik rumah yang terdiri dari satu keluarga dengan empat jiwa terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Perbesar

Kondisi salah satu rumah warga di Desa Kompa yang mengalami rusak berat setelah diterjang banjir luapan pada Minggu (3/8/2025). Akibat kejadian ini, pemilik rumah yang terdiri dari satu keluarga dengan empat jiwa terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.

JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (3/8/2025) malam, mengakibatkan bencana banjir di sepuluh titik lokasi. Luapan air dari sungai dan sistem irigasi menyebabkan puluhan rumah warga terendam, memaksa satu keluarga mengungsi, dan menimbulkan kerusakan material yang signifikan.

Berdasarkan laporan dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda, M. Ramdan, banjir mulai menerjang permukiman warga sekitar pukul 18:30 WIB. “Penyebab utama adalah curah hujan ekstrem yang membuat drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air,” jelas Ramdan dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).

Bencana ini berdampak pada enam desa di Kecamatan Parungkuda, yaitu Desa Palasari, Kompa, Langensari, Babakanjaya, Pondokaso Landeuh, dan Bojongkokosan.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Kompa. Satu rumah milik Bapak Dayat (Kp. Kompa Rt.17/04) mengalami rusak berat (RB), memaksa ia dan keluarganya yang terdiri dari empat jiwa mengungsi ke kediaman kerabat. Selain itu, satu rumah lainnya milik Bapak Aidi di Perum BMI 2 mengalami rusak sedang (RS) dan 13 rumah lainnya rusak ringan (RR).

Di Desa Langensari, dampak banjir juga cukup luas, dengan 16 rumah warga dan satu gedung sekolah PAUD terendam. Sementara itu, desa-desa lain yang terdampak mencatat kerusakan ringan, dengan rincian 13 rumah di Desa Pondokaso Landeuh, 5 rumah di Desa Babakanjaya, dan 5 rumah di Desa Bojongkokosan.

Menanggapi kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Pemerintah Desa, TNI, Polri, dan Relawan Parungkuda Quick Response langsung turun ke lapangan. “Kami telah melakukan asesmen ke seluruh lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan semua unsur untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ramdan.

Hingga laporan ini diturunkan, kondisi air di sebagian besar wilayah telah surut. Warga terdampak terlihat mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan material sisa banjir. Meski demikian, kebutuhan mendesak pascabencana masih sangat diperlukan.

“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah material bangunan untuk perbaikan rumah warga yang rusak serta karung-karung untuk penahan air jika terjadi banjir susulan,” ungkap Ramdan.

Pihak P2BK mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, yang dapat memicu bencana serupa.(*)


Kor: Husni

Redaktur: Hamjah


 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Badan Gizi Nasional Perketat Pengawasan Dapur SPPG: Terapkan Sif Dini Hari hingga Sidak via Zoom

26 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan.

Kecelakaan Maut di Tanjakan Cisarakan Sukabumi: Diduga Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang dan Tewaskan Satu Orang

26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

EVAKUASI KORBAN: Petugas gabungan dan tim SAR mengevakuasi jenazah pengemudi truk yang terperosok ke dalam jurang akibat rem blong di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) malam. Insiden tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka.

Wujudkan Program “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”, Polres Sukabumi Bangun Rutilahu bagi Korban Kebakaran di Nyalindung

26 Agustus 2026 - 12:12 WIB

WUJUD NYATA KEPEDULIAN POLRI: Penampakan fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini telah selesai dibangun menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan sangat layak ditempati. Rumah ini menjadi bukti nyata implementasi semangat "Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga" yang dihadirkan oleh Polres Sukabumi untuk masyarakat terdampak musibah.

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca