Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 1 Okt 2025 07:36 WIB

Fokus Penguatan Agroindustri dan Pariwisata, Bupati Sukabumi Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2026


					Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD 2026 oleh Bupati Sukabumi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/9/2025). Anggaran diarahkan pada efisiensi dan penguatan sektor unggulan daerah. Perbesar

Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD 2026 oleh Bupati Sukabumi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/9/2025). Anggaran diarahkan pada efisiensi dan penguatan sektor unggulan daerah.

JENTERANEWS.com – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, secara resmi menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Penyampaian tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sukabumi pada Selasa (30/9/2025), menandai dimulainya tahapan pembahasan anggaran strategis untuk tahun mendatang.

Dalam pidatonya di hadapan anggota dewan, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa penyusunan Raperda APBD 2026 didasarkan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Ia memastikan dokumen tersebut telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat provinsi dan pusat, seraya tetap memprioritaskan kebutuhan lokal untuk merespons dinamika ekonomi dan sosial.

“Penyusunan anggaran tahun depan kami arahkan agar mampu menjawab tantangan pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi, dan meningkatkan pelayanan publik secara optimal,” ujar Bupati.

Visi Pembangunan: Tata Kelola Kuat untuk Sektor Unggulan

Bupati memaparkan tema sentral pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk tahun 2026, yaitu “Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata.” Menurutnya, pemilihan tema ini merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi yang kokoh bagi dua sektor yang diyakini menjadi mesin penggerak utama ekonomi daerah.

“Pembangunan Kabupaten Sukabumi tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan sebagai fondasi untuk memperkuat sektor agroindustri dan pariwisata. Kedua sektor ini kami yakini menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” jelasnya. Tema ini, lanjut Bupati, juga selaras dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Barat dan Nasional.

Prioritas Ketat dan Efisiensi Anggaran

Menyikapi kondisi fiskal yang terbatas, Bupati Asep Japar menekankan pentingnya efisiensi dan penetapan prioritas yang ketat. Mengacu pada arahan Presiden RI dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2026, di mana arsitektur anggaran negara diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera, Pemkab Sukabumi berkomitmen untuk mengoptimalkan setiap rupiah yang dianggarkan.

“Kami harus melakukan penyesuaian dengan prioritas yang ketat agar anggaran yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk program-program yang paling berdampak dan mendesak,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sukabumi diinstruksikan untuk menyusun anggaran berbasis skala prioritas. Fokus utama harus diletakkan pada:

Pencapaian target pelayanan publik.

Pemenuhan belanja wajib (mandatory spending).

Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Program dan kegiatan lainnya, terutama yang bersifat pilihan, akan dipertimbangkan setelah kebutuhan dasar publik terpenuhi,” tegas Bupati, memberikan sinyal jelas mengenai disiplin anggaran yang akan diterapkan.

Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat

Bupati menutup pidatonya dengan harapan besar agar Raperda APBD 2026, setelah melalui pembahasan konstruktif bersama DPRD, dapat disahkan menjadi instrumen kebijakan yang efektif.

APBD 2026 diharapkan tidak hanya menjadi dokumen anggaran, tetapi juga menjadi motor penggerak pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan fondasi ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi-potensi unggulan lokal. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sukabumi H. Loka Tresnajaya Apresiasi Purna Tugas Camat Cicurug dalam Momentum Halal Bihalal

30 April 2026 - 18:36 WIB

Suasana hangat saat penyampaian sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pengantar Purna Tugas Camat Cicurug, Judi Budimansjah, S.IP., A.Kp., di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemberian penghormatan atas dedikasi pengabdian beliau di wilayah tersebut.

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 18 April, Ini Rincian Lengkapnya

21 April 2026 - 12:06 WIB

Pemandangan dari sebuah SPBU Pertamina yang menampilkan ketersediaan berbagai jenis BBM, termasuk Pertamax Turbo dan Pertamina Dex yang harganya baru saja mengalami penyesuaian. Di papan nama terlihat ketersediaan produk seperti PERTAMAX 92 yang harganya tetap stabil, serta produk-produk lain yang relevan bagi mobilitas masyarakat. Penyesuaian harga ini diberlakukan mulai 18 April 2026 berdasarkan formula harga dasar berkala.

RI Bidik Minyak Rusia, Amankan Pasokan Energi Jangka Panjang di Tengah Gejolak Global

15 April 2026 - 07:06 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto (tengah kiri, ber-peci) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah kanan) mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026). Pertemuan ini membahas secara konkret kerja sama strategis di sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk rencana Indonesia untuk mengimpor minyak mentah jangka panjang dari Rusia demi menjamin keamanan pasokan energi nasional. (Tangkapan layar

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Trending di Kabar Daerah