JENTERANEWS.com – Pemerintah Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan komitmen konkret dalam mengimplementasikan mandat ketahanan pangan nasional dengan meluncurkan Program Ketahanan Pangan Penanaman Jagung Hibrida Tahun Anggaran 2025. Program strategis ini unik karena pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangun Sentosa Mandiri, menjadikannya percontohan sinergi antara kebijakan pusat dan potensi ekonomi lokal.
Kepala Desa Curugkembar, Andri Aparatu, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya merespons potensi agroklimat desa, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari kebijakan prioritas penggunaan Dana Desa.
“Kami merujuk pada regulasi terkini, khususnya Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kepmendesa PDTT) Nomor 3 Tahun 2025,” ujar Andri. “Regulasi tersebut mengamanatkan setiap desa untuk mengalokasikan paling rendah 20% dari Dana Desa bagi program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dan hewani. Dana ini kami salurkan sebagai penyertaan modal kepada BUMDes.”
Kades Curugkembar, Andri Aparatu, menunjukkan optimisme atas implementasi Kepmendesa PDTT Nomor 3 Tahun 2025. Program jagung hibrida yang dikelola BUMDes ini diharapkan menjadi model percontohan keberhasilan desa dalam memperkuat ketahanan pangan.
Keputusan ini diperkuat oleh arahan bahwa program tersebut harus melibatkan BUMDes sebagai pelaksana dan penerima penyertaan modal dari Dana Desa. Dengan demikian, BUMDes Bangun Sentosa Mandiri kini berperan sebagai ujung tombak ekonomi produktif desa, bertindak sebagai pengelola modal, dan pelaksana teknis usaha jagung hibrida.
Pemilihan komoditas jagung hibrida adalah langkah cerdas, mempertimbangkan karakteristik lahan dan produktivitas unggul varietas tersebut dibandingkan jagung lokal. Program ini diyakini mampu mencapai tiga pilar utama:
- Meningkatkan Ketersediaan Pangan (Food Availability): Menjamin pasokan karbohidrat yang stabil di tingkat desa.
- Mendorong Ekonomi Lokal: Menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) baru, sekaligus membuka lapangan kerja melalui mekanisme Padat Karya Tunai Desa (PKTD), yang juga merupakan prioritas Dana Desa.
- Memperkuat Ketahanan Gizi: Hasil panen dapat diolah menjadi pakan ternak untuk kebutuhan pangan hewani atau produk pangan turunan bergizi.
Direktur BUMDes Bangun Sentosa Mandiri, Apeth, merinci tahapan program yang meliputi perencanaan usaha BUMDes, pengadaan bibit unggul, pengolahan lahan kas desa atau lahan petani, hingga manajemen pascapanen.
“Seluruh proses ini diawasi ketat oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Tujuannya adalah memastikan alokasi dana efektif, efisien, dan tepat sasaran, sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan,” tegas Apeth.
Keberhasilan Program Penanaman Jagung Hibrida yang dilaksanakan BUMDes Bangun Sentosa Mandiri ini diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa sinergi regulasi pemerintah, optimalisasi Dana Desa, dan peran aktif BUMDes mampu menggerakkan ekonomi produktif desa menuju terwujudnya Desa Mandiri dan Berketahanan Pangan.(*)















