Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Des 2025 12:01 WIB

Akselerasi Pemulihan Pascabencana: DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Realisasi 5.300 Huntap


					Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali (tengah), memberikan keterangan kepada awak media usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Rabu (24/12/2025). Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya legalitas lahan untuk mempercepat pembangunan 5.300 unit hunian tetap bagi korban bencana di Kabupaten Sukabumi. Perbesar

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali (tengah), memberikan keterangan kepada awak media usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Rabu (24/12/2025). Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya legalitas lahan untuk mempercepat pembangunan 5.300 unit hunian tetap bagi korban bencana di Kabupaten Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Penanganan pascabencana di wilayah Kabupaten Sukabumi kini memasuki babak krusial dengan fokus pada transisi dari penanganan darurat menuju pemulihan jangka panjang. Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Sukabumi terus bersinergi mengawal proses relokasi dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi ribuan warga terdampak yang tersebar di berbagai titik, termasuk wilayah krusial seperti Kampung Gempol dan Kecamatan Cikembar.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah strategis melalui rapat kerja intensif bersama pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai koridor hukum dan administrasi yang berlaku.

Budi mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi awal, terdapat usulan awal sebanyak 9.000 unit rumah terdampak yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, setelah melewati proses verifikasi ketat yang berfokus pada legalitas dan kesiapan lahan, angka tersebut terkoreksi menjadi sekitar 5.300 unit.

“Setelah dilakukan verifikasi, terutama menyangkut kesiapan lahan, jumlah yang memenuhi syarat untuk diajukan adalah sekitar 5.300 unit. Kami pastikan Kampung Gempol termasuk dalam daftar usulan tersebut,” ujar Budi usai menghadiri Rapat Paripurna, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa hambatan utama di lapangan sering kali bukan pada anggaran, melainkan pada status hukum lahan. Banyak wilayah terdampak yang berbatasan atau berada di atas lahan milik pihak ketiga, seperti perkebunan atau badan usaha, yang tidak bisa langsung dikonversi menjadi pemukiman tanpa prosedur hibah atau pelepasan hak yang jelas.

Mengingat skala bencana nasional yang cukup tinggi di berbagai daerah lain, Budi menekankan pentingnya komunikasi proaktif antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat agar Sukabumi tetap menjadi prioritas.

“Kejelasan status lahan adalah syarat mutlak pencairan bantuan dari pusat. Tanpa itu, pembangunan tidak bisa berjalan. Kami di DPRD terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan BNPB agar penanganan ini bisa dipercepat,” tambahnya.

Meskipun proses relokasi membutuhkan waktu karena faktor administratif dan teknis, DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan hingga masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

Pemerintah berharap masyarakat dapat bersabar selama proses birokrasi ini berlangsung. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa Huntap yang dibangun nantinya tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga berdiri di atas lahan yang secara hukum legal dan secara geologis aman dari ancaman bencana di masa depan.(*)

Laporan: Rudi

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca