JENTERANEWS.com – Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Kampung Selabintana Kulon RT 03/RW 02, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (19/3/2026) dini hari. Amukan si jago merah menghanguskan enam unit rumah permanen dan memaksa puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan laporan resmi Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi, musibah ini terjadi sekitar pukul 03.10 WIB saat sebagian besar warga tengah terlelap.
Penyusun laporan P2BK Sukabumi, Enggen Harmaen, menuturkan bahwa sumber api diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik di area dapur rumah milik Ibu Iah Komariah (78). Jarak antar-bangunan yang sangat rapat membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke lima rumah di sekitarnya.
“Api menyebar sangat cepat karena posisi rumah yang berdempetan. Sebanyak delapan unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) gabungan dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dikerahkan ke lokasi. Dibantu oleh warga setempat, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.00 WIB,” jelas Enggen dalam laporannya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden nahas ini. Namun, sang pemilik rumah tempat titik api bermula, Ibu Iah Komariah, dilaporkan mengalami luka ringan.
Selain Iah Komariah, kebakaran ini mengakibatkan lima rumah tetangganya yang dihuni oleh Deti (47), Abdurahim Wijaya (50), Abdurahman Saleh (50), Neneng Dita (30), dan Tanti (51) mengalami rusak berat. Total kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Merespons kejadian tersebut, tim P2BK Sukabumi segera meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen lapangan. Penanganan darurat dilakukan dengan melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Perangkat Desa, Kecamatan, Koramil, Polsek, Satpol PP, Tagana, hingga Pramuka Peduli.
Saat ini, 22 jiwa dari keluarga yang terdampak telah dievakuasi. Berdasarkan keputusan bersama, para korban untuk sementara waktu diungsikan ke kediaman Ketua RT 03 yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian.
Dari hasil pendataan sementara di lapangan, para penyintas kini sangat menantikan uluran tangan. Bantuan darurat yang paling mendesak dibutuhkan saat ini meliputi:
-
Sandang: Pakaian layak pakai dan selimut.
-
Pangan: Makanan siap saji dan sembako.
-
Papan: Terpal, tikar, atau alas tidur sementara.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.
Bagi masyarakat atau instansi yang ingin menyalurkan bantuan maupun membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perkembangan pascabencana, dapat menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi di nomor telepon (0266) 6323717 atau melalui posko darurat di lokasi kejadian.(*)















