JENTERANEWS.com — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah tebing dilaporkan longsor dan memutus total akses jalan lingkungan di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pergerakan tanah ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Purabaya dalam durasi yang cukup lama menjadi pemicu utama longsornya tebing di area tersebut. Akibatnya, material longsor menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter dengan ketebalan timbunan mencapai 1,5 meter.
“Material tanah yang cukup masif tidak hanya memutus mobilitas warga setempat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi penghuni rumah di sekitar titik longsor. Tercatat, sedikitnya dua unit rumah milik warga kini dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan,” ungkap Yanto Prayitno, anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Kecamatan Purabaya, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Minggu (5/4/2026) pagi.
Merespons kejadian tersebut, pihak URC Kecamatan Purabaya bersama tim relawan gabungan telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian langkah penanganan awal, di antaranya:
-
Koordinasi Lintas Sektor: Melakukan koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purabaya.
-
Asesmen Kerusakan: Melaksanakan pendataan dan asesmen dampak bencana secara menyeluruh bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari.
-
Pemantauan Lanjutan: Berkoordinasi dengan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) guna memantau kerawanan pergerakan tanah di sekitar lokasi.
Kondisi material longsor yang tebal dan memanjang membuat proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri. Yanto menegaskan bahwa pembersihan material secara manual dinilai tidak akan efektif dan akan memakan waktu yang sangat lama.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Hal ini penting agar akses jalan yang tertutup bisa segera terbuka dan kembali dilalui oleh masyarakat,” tambah Yanto.
Hingga berita ini diturunkan, para petugas gabungan dan relawan di lapangan masih terus bersiaga. Tingkat kewaspadaan terus ditingkatkan guna mengantisipasi ancaman pergerakan tanah susulan, mengingat prakiraan cuaca di wilayah Sukabumi selatan masih berpotensi tinggi diguyur hujan.(*)















