Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Apr 2026 08:55 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Purabaya Sukabumi, Akses Desa Terputus dan Rumah Warga Terancam


					Seorang anggota Kepolisian Sektor Purabaya (kanan) menunjuk ke arah tebing yang amblas di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada hari Minggu (5/4/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk menilai kondisi material tanah longsor yang masif dan menutup total akses jalan lingkungan desa serta mengancam keselamatan hunian warga di sekitarnya. (Foto: Istimewa) Perbesar

Seorang anggota Kepolisian Sektor Purabaya (kanan) menunjuk ke arah tebing yang amblas di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada hari Minggu (5/4/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk menilai kondisi material tanah longsor yang masif dan menutup total akses jalan lingkungan desa serta mengancam keselamatan hunian warga di sekitarnya. (Foto: Istimewa)

JENTERANEWS.com — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah tebing dilaporkan longsor dan memutus total akses jalan lingkungan di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, pada Sabtu (4/4/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pergerakan tanah ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Purabaya dalam durasi yang cukup lama menjadi pemicu utama longsornya tebing di area tersebut. Akibatnya, material longsor menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter dengan ketebalan timbunan mencapai 1,5 meter.

“Material tanah yang cukup masif tidak hanya memutus mobilitas warga setempat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi penghuni rumah di sekitar titik longsor. Tercatat, sedikitnya dua unit rumah milik warga kini dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan,” ungkap Yanto Prayitno, anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Kecamatan Purabaya, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Minggu (5/4/2026) pagi.

Merespons kejadian tersebut, pihak URC Kecamatan Purabaya bersama tim relawan gabungan telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian langkah penanganan awal, di antaranya:

  • Koordinasi Lintas Sektor: Melakukan koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purabaya.

  • Asesmen Kerusakan: Melaksanakan pendataan dan asesmen dampak bencana secara menyeluruh bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari.

  • Pemantauan Lanjutan: Berkoordinasi dengan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) guna memantau kerawanan pergerakan tanah di sekitar lokasi.

Kondisi material longsor yang tebal dan memanjang membuat proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri. Yanto menegaskan bahwa pembersihan material secara manual dinilai tidak akan efektif dan akan memakan waktu yang sangat lama.

“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Hal ini penting agar akses jalan yang tertutup bisa segera terbuka dan kembali dilalui oleh masyarakat,” tambah Yanto.

Hingga berita ini diturunkan, para petugas gabungan dan relawan di lapangan masih terus bersiaga. Tingkat kewaspadaan terus ditingkatkan guna mengantisipasi ancaman pergerakan tanah susulan, mengingat prakiraan cuaca di wilayah Sukabumi selatan masih berpotensi tinggi diguyur hujan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca