JENTERANEWS.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang nyaris merenggut nyawa terjadi di jalur utama Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Pangadegan RT 20/09, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (9/4/2026) malam. Seorang pekerja perempuan berinisial SJN (20) mengalami luka parah setelah sepeda motornya terserempet hingga tubuhnya masuk ke kolong sebuah minibus.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 18.58 WIB tersebut terekam secara dramatis oleh kamera pengawas (CCTV) berdurasi 39 detik. Berdasarkan rekaman, arus lalu lintas saat kejadian terpantau ramai lancar, didominasi kendaraan yang mengarah ke Bogor.
Kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih bernomor polisi F 2317 UCV melaju beriringan dengan kendaraan roda empat. Saat korban berada di sisi kanan sebuah mobil Toyota Kijang Innova hitam, diduga korban mencoba menyalip. Benturan pun tak terhindarkan.
Sepeda motor korban terseret ke arah kanan oleh badan mobil, sementara tubuh SJN terpental ke sisi kiri jalan, tepat di area parkir sebuah toko oleh-oleh. Tragisnya, minibus tersebut tetap melaju perlahan hingga sebagian tubuh korban masuk ke kolong kendaraan.
Warga yang berada di lokasi kejadian langsung bertindak cepat dengan meneriaki pengemudi mobil agar memundurkan kendaraannya. Setelah mobil mundur, tubuh korban yang awalnya tidak bergerak akhirnya dapat dievakuasi dari jalanan.
Ketua RW setempat, Fajar yang akrab disapa Jarot, mengonfirmasi bahwa SJN merupakan warganya yang berdomisili di Kampung Pangadegan RT 19/08. Korban diketahui baru saja pulang bekerja dari sebuah perusahaan di kawasan Angkrong.
“Awalnya saya tidak tahu kalau yang kecelakaan itu warga kami karena kondisi jalan gelap. Setelah ada informasi dari keluarga yang dihubungi pihak rumah sakit, baru kami pastikan itu SJN,” ungkap Fajar.
Terkait kendaraan yang terlibat, Fajar menyebut bahwa pengemudi Kijang Innova tersebut menunjukkan indikasi melarikan diri sesaat setelah warga mengevakuasi korban.
“Dari rekaman CCTV, mobil sempat berhenti. Warga mengira pengemudi akan menepi untuk menolong, namun setelah berhenti sebentar, mobil tersebut justru kembali melaju meninggalkan lokasi,” tambahnya.
Sesaat setelah kejadian, korban yang kembali menunjukkan tanda-tanda pergerakan langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi oleh petugas kepolisian menggunakan mobil patroli lalu lintas untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Kini, kasus kecelakaan dan dugaan tabrak lari tersebut tengah berada dalam penanganan pihak kepolisian setempat.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















