JENTERANEWS.com— Bencana banjir melanda kawasan permukiman di Kampung Gadog RT 06/RW 02, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (26/4/2026) malam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menjadi penyebab utama meluapnya air hingga merendam permukiman warga.
Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cireunghas yang dirilis melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB.
Banjir tersebut tidak hanya membawa air, tetapi juga material lumpur yang menggenangi jalan lingkungan, halaman, hingga masuk ke dalam rumah warga. Tercatat, sedikitnya 14 unit rumah warga terdampak langsung oleh genangan air. Selain permukiman, banjir juga merendam satu area halaman masjid setempat.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, demi alasan keselamatan, satu orang warga dilaporkan harus mengungsi sementara waktu ke kediaman tetangga. Terkait total kerugian material, pihak berwenang saat ini masih melakukan proses perhitungan (asesmen).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi bergerak cepat melakukan penanganan. Koordinasi lintas sektor langsung dijalankan dengan melibatkan Perangkat Desa Bencoy, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), para relawan, serta warga masyarakat setempat guna melakukan peninjauan dan asesmen di lokasi terdampak.
Memasuki hari Senin (27/4/2026), kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai kondusif. Intensitas hujan telah menurun dan genangan air berangsur surut. Saat ini, warga yang terdampak dibantu oleh para petugas dan relawan tengah berfokus melakukan aktivitas pembersihan sisa-sisa material lumpur yang terbawa arus banjir di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas umum.
Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi pencegahan bencana serupa.(*)















