JENTERANEWS.com — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Pada hari Jumat (24/4), warga dari dua kedusunan di Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, menggelar aksi gotong royong skala besar untuk membangun kembali infrastruktur jembatan vital yang sempat terputus akibat roboh.
Pembangunan jembatan ini melibatkan partisipasi aktif dari warga Kedusunan Cisuren, khususnya warga Kampung Pasir Bajing, beserta warga Kedusunan Cihideung dari Kampung Pasir Kadu. Kegiatan swadaya ini dilakukan sebagai respons cepat masyarakat untuk memulihkan akses perlintasan utama antar-kampung tersebut.
Sebelumnya, jembatan penghubung kedua wilayah ini dilaporkan ambruk pada tanggal 20 Maret 2026 yang lalu. Musibah tersebut sempat menghambat mobilitas warga setempat, mengingat jalur ini merupakan urat nadi bagi aktivitas harian masyarakat di kedua kedusunan.
Jembatan ini diketahui memiliki peran yang sangat krusial. Setiap harinya, akses perlintasan ini menjadi jalur utama yang padat dilalui oleh pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor roda dua untuk berbagai keperluan, mulai dari akses pendidikan, pertanian, hingga perputaran roda ekonomi warga setempat.
Putusnya jembatan selama lebih dari satu bulan memicu inisiatif warga untuk tidak berdiam diri. Sejak pagi hari, puluhan warga dari berbagai kalangan usia bahu-membahu membawa material bangunan dan peralatan pertukangan. Dengan sistem kerja bakti yang terkoordinasi dengan baik antar-tokoh masyarakat setempat, pengerjaan konstruksi jembatan baru berjalan dengan lancar.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung di Desa Sindangraja ini tidak hanya sekadar upaya perbaikan infrastruktur fisik semata, melainkan juga menjadi simbol kokohnya ikatan persaudaraan dan kearifan lokal yang masih terjaga erat di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Dengan dibangunnya kembali jembatan lintas Kampung Pasir Bajing dan Kampung Pasir Kadu ini, warga berharap aktivitas lintas kedusunan dapat segera kembali normal, aman, dan mempermudah rutinitas keseharian masyarakat di masa mendatang.(*)
Editor : Hamjah















