Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Apr 2026 12:28 WIB

Buntut Protes Jalan Rusak di Sukabumi: Gubernur Dedi Mulyadi Buka Suara Terkait Pengalihan Anggaran Rp 68 Miliar


					Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) memberikan keterangan pers. Dalam berbagai kesempatan, ia aktif memberikan penjelasan langsung kepada media dan publik mengenai isu-isu daerah, termasuk penanganan infrastruktur jalan di Sukabumi yang sedang menjadi sorotan akibat protes warga. Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) memberikan keterangan pers. Dalam berbagai kesempatan, ia aktif memberikan penjelasan langsung kepada media dan publik mengenai isu-isu daerah, termasuk penanganan infrastruktur jalan di Sukabumi yang sedang menjadi sorotan akibat protes warga.

JENTERANEWS.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan resmi menyusul aksi protes anarkistis yang dilakukan oleh warga Kabupaten Sukabumi terkait kondisi jalan rusak di wilayah mereka. Sebelumnya, sejumlah warga di Jalan Raya Lengkong, Kecamatan Simpenan, meluapkan kekecewaan mereka dengan membakar ranting dan semak belukar di tengah jalan. Aksi tersebut merupakan puncak amarah warga atas tak kunjung diperbaikinya Ruas Jampang Tengah-Kiara 2.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Jumat (24/4/2026), Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas aspirasi warga, seraya memberikan penjelasan komprehensif mengenai alasan teknis di balik penundaan perbaikan infrastruktur di lokasi tersebut.

Gubernur mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejatinya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 68 miliar untuk perbaikan jalan di ruas tersebut. Namun, anggaran itu terpaksa dialihkan berdasarkan kajian teknis dan pertimbangan efisiensi jangka panjang.

Menurut Dedi, perbaikan jalan di lokasi tersebut akan menjadi langkah yang sia-sia selama truk Over Dimension Over Load (ODOL) atau truk sumbu tiga yang membawa muatan berlebih masih bebas melintas setiap harinya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada akang-akang yang meluapkan kekecewaan dan kemarahan akibat jalan Jampang Tengah Kiara 2 dalam keadaan rusak. Kenapa dialihkan? Karena setiap hari jalan tersebut dilewati truk-truk tronton, sumbu 3 overload,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia memberikan analogi tegas bahwa membangun jalan tanpa menertibkan kendaraan berat pengrusaknya adalah sebuah pemborosan anggaran.

“Sehingga kalau kami membangun jalan tersebut dengan nilai kontrak Rp 68 miliar, tidak ada artinya, seperti buang garam ke laut. Karena mungkin dalam waktu 5 atau 6 bulan akan hancur lagi,” tegasnya.

Sebagai solusi utama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memprioritaskan penertiban truk ODOL sebelum melakukan rekonstruksi fisik jalan. Dedi menekankan prinsip bahwa pembangunan infrastruktur harus benar-benar tepat sasaran dan dinikmati kelayakannya oleh masyarakat luas, bukan sekadar memfasilitasi pengusaha angkutan yang melanggar aturan muatan.

Meski anggaran untuk Jampang Tengah dialihkan, Dedi menjamin bahwa dana tersebut tidak keluar dari Kabupaten Sukabumi.

“Kami tegaskan, alokasi anggaran untuk jalan tersebut kami alihkan ke jalan-jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi,” jelas Dedi.

Ia juga menjanjikan bahwa tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan ditargetkan akan mencapai angka 99 persen setelah proyek-proyek prioritas pengganti ini berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga memaparkan strategi jangka panjangnya untuk membenahi sengkarut infrastruktur di seluruh Jawa Barat. Ia menetapkan aturan tegas yang mewajibkan seluruh pemerintah daerah tingkat II (Bupati dan Wali Kota) untuk mengalokasikan minimal 7,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khusus untuk pembangunan jalan.

Kebijakan ini akan mulai diawasi secara ketat melalui evaluasi Rancangan APBD (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.

“Maka ketaatan Bupati, Wali Kota menganggarkan 7,5 persen anggaran belanja daerahnya untuk kepentingan infrastruktur jalan adalah sebuah keharusan. Jika syarat persentase ini tidak dipenuhi, saya tidak akan menandatangani rekomendasi RAPBD tersebut,” ancam Dedi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa apabila kondisi jalan di suatu daerah sudah berstatus mantap, barulah sisa anggaran dari porsi 7,5 persen tersebut diizinkan untuk dialihkan ke fasilitas penunjang publik lainnya, seperti pembangunan trotoar, halte, taman, dan sistem drainase.

Sebagai penutup, Gubernur meminta pengertian dan kesabaran dari warga di wilayah lain yang masih menghadapi kendala serupa, seperti Cianjur Selatan, Garut Selatan, dan Tasik Selatan.

“Saya mengakui masih banyak jalan di wilayah Provinsi Jawa Barat yang buruk. Semuanya memerlukan upaya kita untuk merekonstruksi dan membangunnya secara bersama-sama,” pungkasnya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca