JENTERANEWS.com – Warga Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Kamis (30/4/2026) dini hari. Seorang pria berinisial TN (43), yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di kediamannya. Korban diduga kuat meninggal akibat mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui pada pukul 03.00 WIB. Anak korban, AN (13), yang terbangun dari tidur dan hendak menuju kamar mandi, mendapati sang ayah telah dalam kondisi tak bernyawa. Korban ditemukan tergantung menggunakan tali tambang plastik berwarna hijau yang diikatkan pada kusen pintu kamar tidur.
Mendapati kejadian tersebut, saksi seketika berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kebetulan tengah melaksanakan kegiatan ronda malam. Warga kemudian bergegas memberikan bantuan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat kepolisian segera meluncur ke lokasi kejadian. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan memaparkan langkah-langkah yang diambil oleh petugas.
“Petugas dari Polsek Gunungguruh bersama tim Inafis Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di sana, tim segera mengevakuasi korban yang masih dalam posisi tergantung serta menutup jenazah menggunakan kain sarung,” jelas Ipda Ade Ruli.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh kepolisian bersama tim medis, korban diketahui menggantung diri pada ketinggian sekitar dua meter. Dari serangkaian pemeriksaan luar, petugas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya indikasi tindak kekerasan. Dugaan sementara yang kami himpun, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi yang dipicu oleh permasalahan keluarga,” terang Ade.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, korban diketahui memikul beban psikologis yang cukup berat. TN tercatat pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga hingga tiga kali. Selain tekanan psikologis tersebut, korban juga memiliki riwayat penyakit jantung yang diduga turut memperburuk kondisi emosionalnya sebelum mengambil keputusan fatal ini.
Meskipun pihak kepolisian telah menawarkan prosedur autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis, keluarga korban secara tegas menolak langkah tersebut. Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.
Proses penanganan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Gunungguruh, Iptu Iwan Gunawan, bersama tim Inafis Polres Sukabumi Kota serta didampingi oleh aparat desa setempat. Usai proses evakuasi dan identifikasi dinyatakan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera disemayamkan dan dimakamkan.(*)
Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk mencari bantuan. Segera hubungi psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat untuk mendapatkan pendampingan profesional.















