Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Apr 2026 08:48 WIB

Sinergi Lintas Sektor, Pemkot Sukabumi Gencarkan Program 12 PAS Guna Entaskan Kemiskinan Ekstrem


					Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki (kanan) dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana (kiri) dalam kegiatan Grebeg UMKM, sebagai bagian dari program unggulan '12 PAS' untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi. Perbesar

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki (kanan) dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana (kiri) dalam kegiatan Grebeg UMKM, sebagai bagian dari program unggulan '12 PAS' untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi.

JENTERANEWS.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus mengintensifkan upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program unggulan bertajuk “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” atau yang lebih dikenal dengan sebutan 12 PAS. Memasuki periode kedua pada episode kelima, pendistribusian program ini dipusatkan di Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Tipar pada Rabu (29/4).

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Turut mendampingi dalam agenda tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah perwakilan dari sektor perbankan.

Dalam keterangannya, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa program 12 PAS merupakan manifestasi komitmen nyata pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan secara terukur. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi, termasuk dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan.

“Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah,” ujar Ayep Zaki di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa program 12 PAS dirancang sebagai instrumen strategis guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan berdaya guna. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Sukabumi mendistribusikan berbagai variasi bantuan, mulai dari dana tunai, paket sembako, hingga peralatan penunjang bagi para pelaku usaha mikro, seperti kompor gas dan perlengkapan memasak.

Tercatat, di Kelurahan Tipar dan Gunung Parang, bantuan tersebut telah disalurkan kepada sekitar sepuluh warga prasejahtera. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mendorong peningkatan produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ayep menambahkan, pendekatan kolaboratif adalah kunci utama dalam penanganan kemiskinan. Menurutnya, upaya pengentasan persoalan sosial ini tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan intervensi pemerintah semata, melainkan menuntut keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif dan bersama-sama, melalui integrasi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Selain melakukan pendistribusian bantuan, Wali Kota beserta jajaran juga menyempatkan diri untuk membuka ruang dialog secara langsung dengan warga. Interaksi ini ditujukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kondisi riil perekonomian masyarakat di akar rumput.

“Melalui kehadiran program 12 PAS ini, kami berharap tidak hanya mampu meringankan beban hidup masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Harapan besarnya adalah memutus mata rantai kemiskinan secara permanen di masa depan,” pungkasnya. (Awang)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Ludeskan Madrasah dan Asrama Santri Ponpes Nurul Iman di Sukabumi

17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Kondisi bangunan madrasah dan asrama santri (kobong) di Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang hangus terbakar pada Minggu (17/5/2026) sore. Tampak kobaran api masih menyala hebat dan menghanguskan sebagian besar struktur bangunan.

Pertamina Patra Niaga Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Guna Antisipasi Lonjakan Konsumsi Selama Libur Panjang

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

Gelombang PHK Kerek Klaim BPJS Ketenagakerjaan, OJK Minta Industri Asuransi Perketat Manajemen Risiko

16 Mei 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Sinergi MBG dan Koperasi Desa Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat

16 Mei 2026 - 20:31 WIB

Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Resmikan KDKMP Nasional; Jajaran Kodim 0622 Sukabumi Turut Hadir Virtual

16 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di depan Koperasi Merah Putih Desa Cimanggu, Palabuhanratu, Sabtu (16/5/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat, Bupati Sukabumi Resmikan Desa Wisata Tikukur di Sukajaya

16 Mei 2026 - 17:30 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, melakukan prosesi pemotongan pita janur kuning secara simbolis untuk menandai peresmian Desa Sukajaya sebagai Desa Wisata Tikukur di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara peresmian ini digelar bertepatan dengan Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
Trending di Sukabumi