JENTERANEWS.com — Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan sebidang kereta api. Dua orang wanita yang sedang berboncengan sepeda motor dilaporkan tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan liar, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) siang. Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut tepatnya terjadi di Perlintasan JPL Km 55, Kampung Benteng Bruney RT 05/09, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Identitas kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Murni Anjani (30), seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cikaret, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Sementara rekannya bernama Cici Rahmawati (17), warga Babakan Garung, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa memilukan ini bermula saat kereta api yang diawaki oleh masinis berinisial MP dan asisten masinis GD tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Secara mengejutkan, sepeda motor yang dikendarai oleh korban mendadak melintas dari arah bawah menuju perlintasan.
“Menurut keterangan saksi, pada saat kereta api melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor, tiba-tiba pengendara motor dari arah bawah langsung melintas,” ujar Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras antara kereta api dan sepeda motor korban tidak dapat terhindarkan. Sepeda motor korban langsung tertabrak hingga sempat terseret sejauh kurang lebih 10 meter dari titik lokasi benturan awal. Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian langsung bergegas memberikan pertolongan pertama kepada kedua korban.
Usai kejadian, pihak kepolisian bersama warga setempat langsung mengevakuasi kedua korban yang mengalami luka berat ke Rumah Sakit (RS) Asyifa Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Asyifa, dr. Eva Tantika, menyebutkan bahwa kedua korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.45 WIB dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri akibat cedera parah. Kedua korban mengalami luka berat di bagian kepala, lengan, kaki, serta mengalami pendarahan aktif dari mulut dan telinga.
“Tadi sekitar jam 11.45 WIB dalam keadaan sudah tidak sadar. Yang satu mengeluarkan darah dari kepala dan telinga, kemudian ada multiple injury (luka parah di beberapa bagian). Yang satu lagi sama ada penurunan kesadaran juga, tidak sadar, terdapat patah tulang juga,” urai dr. Eva.
Pihak tim medis penanganan darurat bersama dokter spesialis saraf RS Asyifa dilaporkan telah melakukan upaya penanganan medis secara maksimal. Namun, kondisi klinis kedua korban terus merosot hingga mengalami desaturasi, henti napas, dan henti jantung.
“Kita sudah ikhtiar maksimal, namun keadaannya terjadi penurunan, ada desaturasi, henti napas, ada henti jantung. Pasien dinyatakan meninggal,” jelas dr. Eva.
Nyawa kedua korban akhirnya tidak tertolong. Korban pertama dinyatakan meninggal dunia terlebih dahulu, sedangkan korban kedua menyusul dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.52 WIB. Pihak rumah sakit juga memastikan telah berkoordinasi dan mengonfirmasi situasi kritis tersebut kepada keluarga korban sebelum keduanya mengembuskan napas terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian telah mengambil sejumlah tindakan tegas di lapangan. Petugas telah mendatangi dan mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti di lokasi, serta memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat langsung peristiwa tersebut.
Kasus kecelakaan maut ini kini telah dikoordinasikan dengan Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum lebih lanjut. Pihak berwajib juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama perlintasan sebidang yang tidak berpalang pintu atau liar.(*)















