Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jun 2026 11:03 WIB

Pemkab Sukabumi Gelar Evaluasi JKN, Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Terjamin


					Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memimpin rapat evaluasi keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama jajaran dinas terkait di Sukabumi, Kamis (11/6/2023). Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memimpin rapat evaluasi keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama jajaran dinas terkait di Sukabumi, Kamis (11/6/2023).

JENTERANEWS.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menggelar rapat evaluasi komprehensif mengenai keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kamis (11/6/2023). Langkah strategis ini diambil guna memastikan hak-hak kesehatan masyarakat di wilayah Sukabumi tetap terpenuhi secara optimal.

Rapat kerja yang berlangsung secara formal tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, serta dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah dan dinas terkait.

Dalam evaluasi ini, Pemkab Sukabumi membedah sejumlah agenda krusial yang menjadi pilar keberhasilan program kesehatan masyarakat. Fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut meliputi:

  • Validasi Kepesertaan: Meninjau kembali cakupan kepesertaan aktif masyarakat Sukabumi dalam program JKN.

  • Sinkronisasi Data PBI: Menyelaraskan data warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar bantuan premi kesehatan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

  • Ketersediaan Anggaran: Memastikan ketersediaan dan ketahanan anggaran daerah guna menopang keberlanjutan program secara jangka panjang.

Di sela-sela pembahasan, Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menekankan bahwa Program JKN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial dan kesehatan bagi warganya.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh untuk menjaga keberlangsungan Program JKN ini. Kita ingin memastikan tidak ada warga kurang mampu yang kesulitan mendapat akses berobat,” ujar Ade Suryaman secara tegas.

Ade juga menambahkan bahwa kunci utama dari efektivitas program ini berada pada akurasi data. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk memperkuat sinergi dan komunikasi dalam melakukan pembaruan data secara berkala.

“Sinergi dan validasi data merupakan kunci utama dalam pelaksanaan program ini. Dia meminta seluruh dinas terkait untuk terus memperbarui dan menyinkronkan data agar layanan dapat tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui evaluasi berkala ini, Pemkab Sukabumi berharap sistem jaminan kesehatan di daerah dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan memberikan dampak langsung yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.(*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Bentrok Berdarah Pelajar di Sukabumi, Tiga Remaja Terluka Usai Saling Serang Menggunakan Senjata Tajam

12 Juni 2026 - 12:02 WIB

LAPORAN KHUSUS: Merobek Tirai Skandal Dapur Perintis MBG, Kala Janji Manis Berujung Utang Ratusan Miliar

12 Juni 2026 - 11:29 WIB

Ahmad Yazdi, kuasa hukum H Munjayin pengusaha Sukabumi (tengah) dan Jabar Wukuf kuasa hukum lainnya dalam konferensi pers pada Sabtu (7/6/2026) l

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pedagang Ikan Keliling Diringkus Polres Sukabumi

12 Juni 2026 - 11:14 WIB

Ilustrasi

Terobos Perlintasan Liar di Warudoyong Sukabumi, Dua Wanita Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta

12 Juni 2026 - 10:52 WIB

Anggota kepolisian menunjukkan sepeda motor korban kecelakaan maut yang telah diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Sukabumi Kota. Kecelakaan yang terjadi di perlintasan liar Kecamatan Warudoyong tersebut mengakibatkan dua orang wanita meninggal dunia.

Duka Tiga Generasi di Curugkembar: Saat Api Melahap Habis Tempat Bernaung dan Harapan Satu Keluarga Besar

11 Juni 2026 - 19:04 WIB

potret anak-anak korban bencana yang terpaksa mengungsi dan bertahan di tengah keterbatasan pakaian serta alas tidur

Diduga Berasal dari Kompor Gas, Tiga Unit Rumah di Curugkembar Sukabumi Ludes Terbakar

10 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kobaran api membumbung tinggi meluluhlantakkan tiga unit rumah warga di Kampung Cihideung, RT 02/RW 01, Desa Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026) malam. Bencana ini diduga kuat berasal dari api kompor gas.
Trending di Sukabumi