JENTERANEWS.com — Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi mengambil langkah nyata dalam meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial, jajaran Polres Sukabumi menginisiasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi sebuah keluarga yang menjadi korban musibah kebakaran di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Bantuan fisik tersebut disalurkan menyusul insiden kebakaran nahas yang tidak hanya menghanguskan tempat tinggal keluarga tersebut, tetapi juga merenggut nyawa tiga orang anak. Kehilangan tempat bernaung sekaligus anggota keluarga memantik perhatian jajaran kepolisian untuk segera turun tangan memberikan bantuan percepatan pemulihan.

PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS (TRAUMA HEALING): Anggota kepolisian dari Polres Sukabumi tampak memberikan dukungan moril dan menenangkan salah satu anggota keluarga yang masih dirundung duka. Pendampingan psikologis ini merupakan langkah Polri untuk membantu memulihkan trauma mental keluarga korban pascamusibah kebakaran di Desa Wangunreja.
Selain membangun kembali hunian agar layak ditempati, Polres Sukabumi juga memberikan pendampingan psikologis berupa program trauma healing. Pendampingan ini difokuskan bagi keluarga korban maupun warga sekitar yang terdampak, guna memulihkan kondisi mental dan membantu mereka menghadapi trauma pascatragedi memilukan tersebut.
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kehadiran serta kepedulian institusi Polri di tengah-tengah masyarakat yang sedang berduka.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami keluarga korban. Bantuan pembangunan Rutilahu ini merupakan bentuk kepedulian kami. Semoga langkah ini dapat membantu keluarga untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan sedikit meringankan beban yang sedang dipikul,” ujar AKBP Benny Cahyadi.

Suasana kebersamaan saat jajaran kepolisian dan warga setempat duduk bersama di kediaman keluarga korban. Pertemuan ini menjadi momen penyampaian duka cita mendalam sekaligus bentuk empati kolektif untuk menguatkan keluarga yang baru saja kehilangan anggota keluarganya.
Sementara itu, rasa syukur dan apresiasi mendalam disampaikan oleh pihak keluarga korban. Agus Santika, kakek dari ketiga anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, mengucapkan terima kasih atas perhatian komprehensif yang diberikan oleh Polres Sukabumi.
“Alhamdulillah, begitu antusiasnya (kepolisian) membantu dengan ucapan belasungkawa, serta bantuan dalam segala macam bentuknya, termasuk dukungan spiritual. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada semuanya,” ungkap Agus Santika dengan penuh haru.
Langkah tanggap dan empatik yang ditunjukkan oleh Polres Sukabumi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban material dan moril keluarga korban musibah, tetapi juga menjadi implementasi nyata dari semangat luhur “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”. Kehadiran Polri diharapkan dapat terus memberikan rasa aman, perlindungan, serta pengayoman yang menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.(Mardi)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















