Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Sep 2026 09:29 WIB

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih


					Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk. Perbesar

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

JENTERANEWS.com – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi berdampak serius terhadap krisis air bersih dan kelangsungan sektor pertanian. Sebanyak 312 Kepala Keluarga di Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air utama warga mengering sejak tiga pekan terakhir.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pada Selasa (1/9/2026), kekeringan meluas di empat wilayah rukun tetangga.

Rincian warga yang terdampak meliputi: RT 01: 60 KK, RT 02: 90 KK, RT 03: 77 KK, RT 04 (Kampung Cibadak): 85 KK,

Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak pasokan air bersih yang diperkirakan mencapai sedikitnya 5.000 liter untuk penanganan awal.

Demi memenuhi kebutuhan harian seperti mandi, cuci, dan kakus, warga Kampung Cibadak terpaksa membuat kubangan di aliran sungai yang mulai mengering. Meski kondisi air keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki alternatif lain. Sebagai langkah antisipasi agar air tidak semakin tercemar, warga bersama pengurus RT setempat bergotong royong membersihkan sampah di aliran sungai tersebut. Sementara untuk konsumsi air minum, masyarakat terpaksa membeli air isi ulang dari wilayah lain.

Selain berdampak pada pemukiman, kemarau panjang ini turut melumpuhkan sektor pertanian lokal. Hektaran lahan persawahan di sekitar lokasi dipastikan mengalami gagal panen akibat ketiadaan pasokan irigasi.

Penanganan di lapangan di Lapang Banjarsari melibatkan sinergi berbagai unsur, antara lain Camat Cidadap, Kepala Desa Banjarsari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, Satpol PP Cidadap, kepala dusun, serta tokoh masyarakat setempat. Pihak P2BK Cidadap telah melaporkan kejadian ini ke BPBD Kabupaten Sukabumi untuk penyaluran bantuan air bersih serta koordinasi penanggulangan bencana lebih lanjut.(Dik)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.

Atasi Dampak Kekeringan, Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Palabuhanratu

1 September 2026 - 11:46 WIB

Warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sukabumi, menampung pasokan air bersih yang disalurkan jajaran Polres Sukabumi menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (31/8/2026). Aksi sosial ini digelar guna meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan

Diduga Curi Ponsel Pedagang Cuanki, Pria Bertato Diikat Warga di Tiang Lampu Jalan Ahmad Yani Sukabumi

1 September 2026 - 09:29 WIB

Kemenag Kota Sukabumi Tegaskan Ijazah Hak Akademik Siswa, Dilarang Ditahan Akibat Urusan Komite

1 September 2026 - 09:17 WIB

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Sukabumi, Rustandi, saat memberikan penegasan terkait larangan penahanan ijazah siswa di kantornya, Senin (31/8/2026).

Ngamuk hingga Rampas Ponsel Guru, Oknum Wartawan Pemeras Sekolah di Sukabumi Ternyata Pemakai Sabu

1 September 2026 - 08:59 WIB

Tangkapan layar dari video yang viral memperlihatkan oknum wartawan berinisial AS (46) saat sedang mengamuk dan mengacungkan jari telunjuknya ke arah kepala sekolah SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam sebuah rekaman video yang mendadak viral di media sosial.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca