JENTERANEWS.com – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi berdampak serius terhadap krisis air bersih dan kelangsungan sektor pertanian. Sebanyak 312 Kepala Keluarga di Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air utama warga mengering sejak tiga pekan terakhir.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pada Selasa (1/9/2026), kekeringan meluas di empat wilayah rukun tetangga.
Rincian warga yang terdampak meliputi: RT 01: 60 KK, RT 02: 90 KK, RT 03: 77 KK, RT 04 (Kampung Cibadak): 85 KK,
Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak pasokan air bersih yang diperkirakan mencapai sedikitnya 5.000 liter untuk penanganan awal.
Demi memenuhi kebutuhan harian seperti mandi, cuci, dan kakus, warga Kampung Cibadak terpaksa membuat kubangan di aliran sungai yang mulai mengering. Meski kondisi air keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki alternatif lain. Sebagai langkah antisipasi agar air tidak semakin tercemar, warga bersama pengurus RT setempat bergotong royong membersihkan sampah di aliran sungai tersebut. Sementara untuk konsumsi air minum, masyarakat terpaksa membeli air isi ulang dari wilayah lain.
Selain berdampak pada pemukiman, kemarau panjang ini turut melumpuhkan sektor pertanian lokal. Hektaran lahan persawahan di sekitar lokasi dipastikan mengalami gagal panen akibat ketiadaan pasokan irigasi.
Penanganan di lapangan di Lapang Banjarsari melibatkan sinergi berbagai unsur, antara lain Camat Cidadap, Kepala Desa Banjarsari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, Satpol PP Cidadap, kepala dusun, serta tokoh masyarakat setempat. Pihak P2BK Cidadap telah melaporkan kejadian ini ke BPBD Kabupaten Sukabumi untuk penyaluran bantuan air bersih serta koordinasi penanggulangan bencana lebih lanjut.(Dik)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















