Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Jun 2025 15:40 WIB

Akhir Tragis Herang: Usai Bunuh Ibu Kandung, Meninggal Dunia dalam Kesendirian


					Rahmat alias Herang (26), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya. Herang meninggal dunia pada Senin (16/6/2025) akibat penyakit paru-paru basah setelah hidup terlantar dan ditolak oleh keluarganya. Perbesar

Rahmat alias Herang (26), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya. Herang meninggal dunia pada Senin (16/6/2025) akibat penyakit paru-paru basah setelah hidup terlantar dan ditolak oleh keluarganya.

JENTERANEWS.com – Lembaran kelam kasus pembunuhan ibu kandung di Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, akhirnya tertutup dengan akhir yang tak kalah tragis. Rahmat alias Herang (26), pelaku pembunuhan sadis terhadap ibunya setahun silam, menghembuskan napas terakhirnya dalam kesendirian pada Senin (16/6/2025) pagi.

Herang meninggal dunia sekitar pukul 09.45 WIB, bukan di balik jeruji besi, melainkan di kampung halamannya setelah berjuang melawan penyakit paru-paru basah. Kematiannya jauh dari sorotan, menandai akhir yang sunyi bagi pria yang perbuatannya pernah menggegerkan publik Sukabumi.

Ironisnya, hingga akhir hayatnya, Herang tak lagi didampingi oleh keluarga. Ditolak oleh kakak dan istrinya sendiri karena ketakutan akan kondisi kejiwaannya, ia meninggal dalam perawatan seadanya oleh aparat desa. Kini, jenazahnya pun tengah menanti proses pemakaman yang juga diurus oleh mereka.

“Barusan pukul 09.45 WIB, yang bersangkutan meninggal karena paru-paru basah,” ungkap H. Deris, seorang tokoh masyarakat Desa Sekarsari, saat dihubungi pada Senin siang. “Tidak ada keluarganya yang merawat, dibiarkan begitu saja. Sekarang yang mengurus pemakamannya adalah staf-staf desa.”

Menurut Deris, kondisi Herang memburuk setelah sempat menjalani operasi di RSUD Jampang Kulon. Namun, karena penanganan yang dinilai belum memadai, ia dipulangkan dalam kondisi lemah. “Dioperasi di RS Jampang, tapi belum memadai, akhirnya dipulangkan. Keluarganya, baik kakak maupun istrinya, semua takut karena riwayat kejiwaannya,” jelas Deris.

Publik masih ingat dengan jelas peristiwa mengerikan pada 14 Mei 2024. Herang, dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil, secara brutal menghabisi nyawa ibunya sendiri, Inas (45), menggunakan sebuah garpu tanah. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamarnya dengan luka-luka menganga di bagian wajah, leher, dan bahu.

Peristiwa itu sontak menggemparkan Sukabumi dan mengarah pada penangkapan Herang. Namun, proses hukum tidak pernah sampai ke pengadilan.

Setelah ditangkap, hasil observasi kejiwaan menyatakan Herang mengalami Gangguan Jiwa Berat (ODGJ). Pihak kepolisian akhirnya menghentikan proses hukum dengan kesimpulan bahwa pelaku tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas perbuatannya.

“Dia tidak menjalani hukuman karena kondisi mentalnya, karena ODGJ. Sempat ditahan, lalu dipulangkan ke keluarganya,” tutur Deris.

Namun, kepulangannya bukanlah awal dari pemulihan. Herang sempat dirawat selama hampir 10 bulan di sebuah fasilitas kesehatan jiwa. Akan tetapi, masalah biaya dan tidak adanya dukungan dari keluarga membuatnya kembali dipulangkan ke desa. Bukannya mendapatkan perawatan lanjutan, ia justru hidup terlantar hingga akhirnya penyakit fisiknya merenggut nyawanya.

Kini, jasad Herang telah berada di desa, menunggu liang lahat yang sedang disiapkan. Kisahnya menjadi cerminan tragedi berlapis: dari kekerasan brutal yang dipicu gangguan kejiwaan hingga akhir hidup yang sepi tanpa uluran tangan keluarga.

“Jasadnya sudah di desa. Kami masih menunggu proses penggalian kubur selesai untuk segera dimakamkan,” pungkas Deris.(*)


Reporter: Rudi

Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca