Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Apr 2025 22:31 WIB

Aksi Mogok Massal Sopir Angkot Sukabumi Tuntut Pengembalian Trayek Elf Pajampangan


					Deretan angkot berhenti beroperasi di kawasan Lembursitu, Sukabumi, sebagai bagian dari aksi mogok para sopir yang memprotes perubahan trayek elf Pajampangan yang dinilai merugikan. Perbesar

Deretan angkot berhenti beroperasi di kawasan Lembursitu, Sukabumi, sebagai bagian dari aksi mogok para sopir yang memprotes perubahan trayek elf Pajampangan yang dinilai merugikan.

JENTERANEWS.com – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Lembursitu, Kota Sukabumi, menggelar aksi mogok massal pada Rabu (30/4/2025), menyuarakan tuntutan agar trayek elf (angkutan minibus) jurusan Pajampangan dikembalikan ke rute semula yang menghubungkan Lembursitu dengan Surade. Aksi yang melumpuhkan sebagian aktivitas transportasi lokal ini dipicu oleh ketidakjelasan dasar hukum terkait perubahan trayek elf menuju Terminal Tipe C KH Ahmad Sanusi.

Para sopir angkot merasa bahwa kebijakan pengalihan trayek yang diterapkan sejak tahun 2021 tersebut telah menyebabkan penurunan drastis pada pendapatan mereka. “Kita cuma minta kejelasan. Trayek elf Pajampangan itu seharusnya Lembursitu, bukan tipe C. Kalau memang elf itu punya dasar trayek tipe C, tolong tunjukkan buktinya,” tegas Ade Rahman, Ketua Kelompok Kerja Unit (KKU) angkot 03 trayek Odeon-Lembursitu, di sela-sela aksi mogok.

Diperkirakan sekitar 80 sopir angkot turut serta dalam aksi mogok ini, memilih untuk menghentikan operasional kendaraan mereka hingga adanya pernyataan resmi dari Wali Kota Sukabumi terkait kejelasan status trayek elf. “Kita juga ingin dilibatkan. Kalau ada pemindahan rute, minimal sopir dan pengusaha angkot dikasih tahu. Selama ini tidak ada sosialisasi,” keluh Ade, menyayangkan kurangnya komunikasi dari pihak terkait.

Para sopir berharap agar elf kembali beroperasi melalui trayek Lembursitu, dengan alasan kebijakan saat ini “mematikan” mata pencaharian angkot kota. “Penumpang makin sepi sejak 2021, penurunan drastis,” imbuh Ade, menggambarkan dampak signifikan dari perubahan trayek elf.

Menanggapi aksi mogok tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk aspirasi dari KKU, pengusaha, dan pengemudi angkot 03 trayek Lembursitu-Odeon. Ia memaparkan bahwa perpindahan trayek elf ke Terminal Tipe C KH Ahmad Sanusi pada tahun 2021 merupakan respons sementara terhadap pembangunan Pasar Jabar Juara, berdasarkan informasi dari KKU saat itu. “Pada saat ini mereka berkeinginan untuk bisa kembali di Lembursitu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imran mengungkapkan bahwa sebelum aksi mogok, Dishub Kota Sukabumi telah melakukan serangkaian upaya mediasi dan perencanaan. Audiensi dengan para sopir angkot telah dilaksanakan pada 17 Maret 2025, yang kemudian ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada pengemudi elf pada 20 Maret. Pertemuan antara pengurus elf dan KKU 03 juga telah diinisiasi pada 15 April.

“Ternyata dari 15 April kesepakatan pertama masing-masing pihak untuk menempuh dulu sinkronisasi perizinan untuk trayek sehingga ada kesepakatan kami mengundang (Dishub) Provinsi karena elf ini kategori layanannya adalah trayek AKDP (Antar Kota dalam Provinsi) melayani dua kabupaten dan kota,” jelas Imran.

Pertemuan dengan Dishub Jawa Barat pada 25 April 2025 lalu memunculkan opsi pembangunan Terminal Tipe B di Lembursitu. “Saran dari provinsi bisa saja Terminal Lembursitu ini dijadikan untuk pemberangkatan AKDP namun status terminalnya harus ditingkatkan jadi Tipe B. Untuk itu, kepala daerah bisa bersurat kepada Gubernur nanti apabila disetujui Lembursitu akan dibangun oleh provinsi dan pengoperasiannya oleh provinsi,” terangnya.

Imran berharap akan ada solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak terkait. “Terakhir, dari kesepakatan itu sama-sama juga satu kesepakatan yang diterima menempuh sinkronisasi terminal seperti apa, penetapan terminalnya seperti apa, hanya teman-teman KKU ini ingin segera (diputuskan). Mudah-mudahan harapan saya ada keputusan terbaik yang dapat diterima semua pihak,” pungkasnya. Aksi mogok ini menjadi sorotan dan menuntut perhatian segera dari Pemerintah Kota Sukabumi untuk mencari jalan tengah yang adil bagi seluruh pihak yang berkepentingan.(*)


Laporan : Awang

Editor : Hamjah

Artikel ini telah dibaca 239 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi