Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 12 Jan 2024 12:07 WIB

Banjir di Jampangtengah Puluhan Hektare Sawah Terendam


					Banjir di Jampangtengah Puluhan Hektare Sawah Terendam Perbesar

JENTERANEWS.com – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Kamis (11/1/2024) menyebabkan banjir. Puluhan hektar sawah di Kecamatan Jampangtengah ikut terendam banjir.

Informasi yang diberikan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, peristiwa itu terjadi di Blok Sumur Gede, Blok Cikaler, Blok Cigarewong, Blok Ciherang, Blok Pasir Puyuh dan Blok Cibarengkok.

“Kurang lebih 50 hektar lahan sawah terendam kisaran 0,2 M s/d 1 M, lahan sawah tersebut dalam kondisi rata-rata siap tanam dan baru selesai tanam,” kata Sandra Fitria, petugas Pusdalops dalam keterangan yang diberikan, Jumat (12/1/2024).

Dihubung terpisah, Kepala Desa (Kades) Cijulang Jalaludin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kondisi terakhir genangan air sudah mulai surut.

“Hingga sekitar pukul 04.00 WIB hari ini sudah tidak menggenang sudah surut. Untuk kerusakan belum kita data baru hari ini saya melakukan penghimpunan data di kantor desa,” kata Jalaludin.

Menurut Jalaludin hujan deras terjadi selama kurang lebih 5 jam sejak pukul 15.00 WIB, kemarin. Biasanya tidak sampai mengakibatkan banjir, peristiwa ini baru pertamakali terjadi di wilayahnya.

“Akibat hujan deras sekali selama lima jam, sebelumnya tidak pernah ada banjir. Saya menduga banjir karena adanya pendangkalan dan penyempitan aliran sungai ditambah adanya sampah yang dibuang sembarangan,” ujarnya.

Aliran Sungai Cibarengkok menurut Jalaludin menyumbang luapan air yang menggenangi persawahan warga. Sungai tersebut dangkal dan menyempit, tidak adanya pemeliharaan aliran sungai membuat banjir melanda persawahan warga.

“Mungkin masyarakat tidak mengerti, sawah harusnya di bersihkan apalagi buang sampah ke sawah, bambu dibabat, sungai berubah jadi mirip selokan. Karena saking kecilnya kali itu dianggap selokan,” jelas Jalaludin.

“Penyempitan membuat sungai seperti selokan. Akibat buang sampah, tidak ada pemeliharaan, sungai mandek, tersumbat yang namanya tanah pada longsor (ke sungai), tanahnya mengendap,”papar Jalaludin menambahkan. (*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa