Menu ✖

Mode Gelap

Bencana · 12 Agu 2025 19:46 WIB

Banjir Terjang Tegalbuleud, Ratusan Hektar Sawah Terendam dan Ratusan Rumah Terancam


					BANJIR TEGALBULEUD - Suasana pasca-banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/8/2025). Curah hujan tinggi serta pendangkalan Sungai Ciparanje menjadi penyebab utama bencana yang merendam ratusan hektar sawah dan mengancam ratusan rumah ini. Perbesar

BANJIR TEGALBULEUD - Suasana pasca-banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/8/2025). Curah hujan tinggi serta pendangkalan Sungai Ciparanje menjadi penyebab utama bencana yang merendam ratusan hektar sawah dan mengancam ratusan rumah ini.

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, sejak Senin (12/8/2025) telah menyebabkan Sungai Ciparanje meluap. Akibatnya, dua desa di kecamatan tersebut, yaitu Desa Buniasih dan Desa Tegalbuleud, dilanda banjir yang merendam sedikitnya 500 hektar area persawahan dan mengancam ratusan rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, pada Selasa (12/8/2025) mengonfirmasi dampak signifikan dari bencana hidrometeorologi ini. Menurutnya, curah hujan yang tinggi dan terus-menerus menjadi pemicu utama meluapnya air sungai.

“Akibat hujan deras yang terjadi terus menerus, ditambah lagi dengan pendangkalan dan penyempitan di saluran Sungai Ciparanje, mengakibatkan saluran air Sungai Ciparanje meluap dan merendam area sawah kurang lebih 500 hektar di Desa Buniasih dan Tegalbuleud,” ungkap Deden Sumpena.

Selain merendam lahan pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga, banjir juga menggenangi beberapa ruas jalan desa yang berada di sekitar bantaran sungai. Ketinggian air dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa, menimbulkan kekhawatiran serius bagi penduduk setempat.

“Ketinggian air sepinggang orang dewasa. Adapun banjir tersebut mengancam kurang lebih 200 rumah di pemukiman warga,” imbuh Deden, menyoroti risiko yang dihadapi masyarakat.

Menghadapi situasi darurat ini, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan asesmen. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud telah berkoordinasi dengan berbagai elemen, termasuk perangkat desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan para relawan.

“Saat ini BPBD bersama P2BK Tegalbuleud berkoordinasi bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinmas, Pol PP, dan relawan guna melaksanakan asesmen ke lokasi kejadian,” tutup Deden.

Tim gabungan kini tengah fokus pada pendataan kerusakan, memantau perkembangan situasi, serta membantu warga yang terdampak. Upaya asesmen ini krusial untuk menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya, termasuk potensi evakuasi jika kondisi kian memburuk dan penyaluran bantuan yang diperlukan oleh para korban banjir. (*)

Editor : Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 139 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca