Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Jul 2025 15:52 WIB

BUMDES Marga Raharja Padasenang Dinyatakan Layak, Siap Kembangkan Sektor Peternakan dan Pertanian


					Suasana Musyawarah Desa di Aula Kantor Desa Padasenang, Senin (21/7/2025). Pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, dinas terkait, BPD, dan tokoh masyarakat ini secara resmi menetapkan kelayakan usaha peternakan dan pertanian untuk BUMDES Marga Raharja. Perbesar

Suasana Musyawarah Desa di Aula Kantor Desa Padasenang, Senin (21/7/2025). Pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, dinas terkait, BPD, dan tokoh masyarakat ini secara resmi menetapkan kelayakan usaha peternakan dan pertanian untuk BUMDES Marga Raharja.

JENTERANEWS.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Marga Raharja Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan lampu hijau untuk mengembangkan unit usaha baru di sektor peternakan dan hasil pertanian. Keputusan ini dikukuhkan dalam Musyawarah Desa yang digelar di Aula Desa Padasenang, Senin (21/7/2025).

Musyawarah yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini menjadi puncak dari serangkaian proses analisa dan verifikasi yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk merevitalisasi peran BUMDES sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan lokal.

Kepala Desa Padasenang dalam sambutannya menyatakan optimisme tinggi terhadap langkah strategis ini. “Ini adalah momentum penting bagi Desa Padasenang. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, kami yakin BUMDES Marga Raharja dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.

Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 36 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan BUMDES, yang mendorong BUMDES untuk lebih profesional dan inovatif dalam mengelola potensi desa.

Sebelumnya, pada tanggal 23 Juni 2025, telah dilaksanakan musyawarah dan verifikasi mendalam oleh Tim Uji Kelayakan Usaha. Proses yang dipimpin oleh Anwar Supriatna dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ini melibatkan narasumber ahli dari berbagai instansi, termasuk Rahmat Hidayat, S.IP dari pihak Kecamatan, H. Ade Irwan, S.Pt dari UPTD Peternakan, dan Bayu Rustandi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cidadap.

Tim verifikasi melakukan penilaian menyeluruh terhadap enam aspek krusial, yaitu:

  1. Aspek Pasar dan Pemasaran
  2. Aspek Teknis dan Teknologi (Produksi)
  3. Aspek Manajemen dan SDM
  4. Aspek Keuangan
  5. Aspek Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Lingkungan
  6. Aspek Hukum dan Yuridis

Dari hasil verifikasi, Tim Uji Kelayakan Usaha menyimpulkan bahwa rencana usaha yang diajukan BUMDES Marga Raharja layak untuk dijalankan di semua aspek yang dinilai.

“Potensi pasar untuk produk peternakan dan pertanian di wilayah kita sangat besar. Secara teknis dan manajemen, BUMDES Padasenang juga menunjukkan kesiapan yang baik. Rekomendasi ‘Layak’ ini kami berikan dengan keyakinan penuh,” ungkap H. Ade Irwan, S.Pt, selaku narasumber dari UPTD Peternakan.

Dengan ditetapkannya status kelayakan ini, Musyawarah Desa secara resmi menyepakati beberapa poin penting:

  • Menetapkan hasil penilaian kelayakan usaha BUMDES.
  • Menetapkan jenis usaha BUMDES berupa Peternakan dan Hasil Pertanian.
  • Menyatakan BUMDES Marga Raharja layak untuk diberikan modal usaha dari Pemerintah Desa melalui Dana Desa.
  • Memberikan mandat kepada pengurus BUMDES untuk segera merumuskan proposal perencanaan usaha secara detail.

Kehadiran lengkap unsur pemerintah kecamatan, dinas terkait, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat menunjukkan dukungan yang solid terhadap program ini. Langkah selanjutnya adalah pencairan modal usaha agar BUMDES Marga Raharja dapat segera merealisasikan rencana bisnisnya, yang diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan di masa mendatang.(*)

 

[Hamjah]

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi