Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Feb 2026 14:49 WIB

Bupati Sukabumi Tegaskan Keadilan untuk NS: “Tidak Ada Ruang Bagi Kekerasan Anak”


					Bupati Sukabumi, Asep Japar, saat memberikan pernyataan resmi terkait tragedi meninggalnya NS (13) di Jampangkulon. Bupati meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional demi tegaknya keadilan bagi korban, Kamis (26/2/2026). Perbesar

Bupati Sukabumi, Asep Japar, saat memberikan pernyataan resmi terkait tragedi meninggalnya NS (13) di Jampangkulon. Bupati meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional demi tegaknya keadilan bagi korban, Kamis (26/2/2026).

JENTERANEWS.com – Tragedi memilukan yang merenggut nyawa NS (13), seorang remaja di Jampangkulon, memicu reaksi keras dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi.

Dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026), Bupati Asep Japar menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan luka kolektif bagi masyarakat Sukabumi. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak adalah harga mati yang tidak boleh ditawar oleh kepentingan atau tekanan pihak mana pun.

Bupati secara eksplisit mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut tuntas penyebab kematian NS. Ia meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya sangat berduka. Ini adalah luka bagi kita semua. Saya tegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, apa pun alasannya,” ujar Bupati dengan nada tegas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya akuntabilitas hukum bagi siapa pun yang terlibat, baik melalui tindakan kekerasan langsung maupun kelalaian yang berujung maut. “Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang kami yakini bekerja secara objektif,” tambahnya.

Merespons tragedi ini, Bupati telah menginstruksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hingga aparatur di tingkat desa untuk meningkatkan kepekaan sosial. Beberapa poin instruksi tersebut meliputi:

  • Pengawasan Aktif: Camat dan Kepala Desa wajib memantau kondisi sosial warga secara lebih intensif.

  • Deteksi Dini: Aparat diminta lebih responsif terhadap indikasi konflik rumah tangga di lingkungannya.

  • Sinergi Lingkungan: Mendorong warga untuk saling menjaga dan tidak abai terhadap situasi tetangga.

“Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh tetangga atau aparat setempat. Kita harus saling menjaga,” tegas Asep Japar.

Menutup pernyataannya, Bupati mengimbau warga Sukabumi untuk berani melapor jika melihat indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun tindakan semena-mena terhadap anak. Ia meminta masyarakat membuang jauh-jauh stigma bahwa kekerasan domestik adalah urusan internal yang tabu untuk dicampuri.

“Jangan anggap KDRT sebagai urusan internal semata jika sudah mengancam nyawa. Segera lapor! Mari kita jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.(*)


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Berkepanjangan, Atap Rumah Warga di Caringin Sukabumi Ambruk

12 Mei 2026 - 15:30 WIB

Sejumlah petugas gabungan bersama warga setempat meninjau dan melakukan penanganan darurat pada sebuah rumah yang atapnya ambruk di Kampung Pajegan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ambruknya atap rumah tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (11/5) malam.

Rakor KKS 2026: Sekda Kabupaten Sukabumi Tekankan Kolaborasi dan Sinergi sebagai Kunci Raih Kembali Swasti Saba Wistara

12 Mei 2026 - 13:51 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (tengah, memegang mikrofon) memberikan motivasi dan arahan kepada jajaran perangkat daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah untuk meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2026.

Miris! Tak Terurus, Jalan Kabupaten Depan SDN 2 Cidadap Sukabumi Berubah Jadi “Kebun Kangkung

12 Mei 2026 - 13:11 WIB

Tanaman kangkung liar tampak tumbuh subur di atas genangan lumpur dan sisa sampah pada bahu Jalan Kabupaten ruas Baros-Cibuni di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Kondisi jalan rusak yang berada tepat di depan SDN 2 Cidadap ini mengindikasikan buruknya sistem drainase dan minimnya pemeliharaan infrastruktur.

Sidang Lanjutan Pengadaan Ompreng MBG di Sukabumi Diwarnai Aksi Saling Tuding Inisiator Kerja Sama

12 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kuasa hukum saksi korban, Muhammad Saleh Arif, memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di depan Ruang Sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi Kelas IB, seusai sidang lanjutan kasus dugaan penipuan pengadaan food tray Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Sekda Sukabumi Dukung Penuh Eksistensi Ojol Palabuhanratu

11 Mei 2026 - 20:09 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman saat memimpin pertemuan audiensi dengan komunitas ojek online kawasan Palabuhanratu.

Pantauan Harga Sembako Sukabumi 11 Mei 2026: Harga Cabai Kian Pedas, Daging dan Bawang Merah Turun Tipis

11 Mei 2026 - 19:52 WIB

Trending di Sukabumi