JENTERANEWS.com — Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama mengakibatkan atap sebuah rumah warga di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Senin (11/5/2026) malam. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir cukup signifikan.
Berdasarkan laporan kejadian dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Caringin, Usman, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
“Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang lama mengakibatkan bangunan atap rumah tidak kuat menahan beban hingga akhirnya roboh,” demikian kutipan laporan hasil pemantauan P2BK yang diterima pada Selasa (12/5/2026).
Adapun lokasi kejadian nahas tersebut tepatnya berada di Kampung Pajegan RT 012 / RW 04, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin. Dari pantauan visual di lokasi kejadian, tampak bagian depan atap rumah rusak parah. Material genting, kerangka kayu, dan bambu berserakan hingga ke area halaman rumah.
Menindaklanjuti informasi dari perangkat desa setempat, tim P2BK Kecamatan Caringin langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kebencanaan. Penanganan ini turut melibatkan koordinasi cepat dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) termasuk Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian terpantau sedang dalam tahap penanganan darurat. Berdasarkan dokumentasi di lapangan, proses evakuasi material yang roboh dan perbaikan sementara tengah dilakukan secara gotong royong. Sejumlah warga bersama petugas tampak memanjat tangga untuk membersihkan sisa-sisa atap yang rentan jatuh.
Tampak hadir dan bahu-membahu di lokasi kejadian sejumlah unsur gabungan, di antaranya jajaran Polsek setempat, anggota Satpol PP, P2BK, relawan Tagana, serta aparatur Pemerintah Desa.
Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, maupun tanah longsor. Jika terjadi keadaan darurat, warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas terkait di wilayahnya masing-masing.(*)















